Kaleidoskop Jabodetabek 2020
Kaleidoskop 2020: Akhir Penantian Anies Setelah 2 Tahun 'Menjomblo' Usai Ditinggal Sandi Uno Nyapres
Proses pemilihan Wagub DKI ini memang terbilang alot lantaran nama calon pengganti Sandi yang diajukan PKS tak kunjung disahkan dewan Kebon Sirih.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Tahun 2020 menjadi akhir penantian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah hampir dua tahun ‘menjomblo’ sejak ditinggal wakilnya Sandiaga Uno.
Sandiaga Uno meletakan jabatannya sebagai wakil gubernur (Wagub) DKI pada Agustus 2018 setelah memilih mendampingi Prabowo Subianto dalam ajang pemilihan presiden (Pilres) 2019 lalu.
Anies pun terpaksa menjalankan roda pemerintah di ibu kota seorang diri.
Lika Liku Proses Pemilihan Wagub DKI
Bila ditelisik lebih jauh, bukan keinginan Anies Baswedan pemimpin DKI Jakarta seorang diri.
Proses pemilihan Wagub DKI ini memang terbilang alot lantaran nama calon pengganti Sandi yang diajukan PKS tak kunjung disahkan dewan Kebon Sirih.
Awalnya, PKS mencalonkan nama Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto untuk mengisi kekosongan kursi Wagub DKI.
Namun, sampai masa bakti DPRD DKI periode 2014-2019 selesai, proses pemilihan Wagub ini seolah seperti jalan ditempat.
Memasuki periode baru DPRD DKI, titik terang proses pemilihan Wagub DKI mulai terlihat.
Gerindra Calonkan Ahmad Riza Patria
Fraksi Gerindra yang sebenarnya tidak memiliki hak untuk kursi Wagub DKI mendesak PKS untuk segera mempercepat proses pemilihan Wagub.
Mereka pun kemudian mengajukan nama Ahmad Riza Patria sebagai salah satu calon Wagub DKI.
Keinginan Gerindra memasukan nama kadernya dalam bursa pemilihan calon Wagub DKI sempat membuat PKS berang.
Namun, PKS akhirnya luluh dan memilih politisi senior Nurmansjah Lubis sebagai pesain Ariza.
Untuk diketahui, sebelum memilih Ariza, nama Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah sempat masuk bursa calon yang bakal diajukan Gerindra.
Mohamad Taufik yang kala itu menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta mengatakan, Saefullah memiliki rekam jejak bagus dan dianggap mengenal seluk beluk ibu kota.
“Kita obyektif, Sekda kan mumpuni. Track recordnya jelas," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (7/11/2020).
Persaingan Sengit Ariza dan Nurmansjah Lubis
Setelah ditetapkan oleh panitia pemilihan (Panlih) Wagub DKI, Ahmad Riza Patria dan Nurmansjah Lubis saling bersaing untuk memikat hati para anggota dewan yang lain.
Pasalnya, pemilihan bakal dilakukan dengan pemungutan suara yang akan dilakukan oleh 106 anggota DPRD DKI periode 2019-2024.
Setelah hampir mundur imbas pandemi Covid-19, pemilihan suara akhirnya dilangsungkan dalam rapat paripurna DPRD DKI yang digelar 6 April 2020.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun hadir dalam rapat paripurna itu.
6 Anggota Fraksi PSI Tak Diberi Haknya Memilih Wagub DKI
Dari 106 anggota DPRD DKI, sebanyak 100 orang legislatif menggunakan haknya dalam pemilihan Wagub DKI pengganti Sandiaga Uno.
Hal ini ditetapkan oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dalam rapat paripurna pemilihan Wagub DKI.
"Total (anggota dewan) dari pada pemilihan hari ini adalah 100," ucap Prasetyo sambil mengetok palu, Senin (6/4/2020).
Adapun penetapan ini dilakukan berdasarkan absensi kehadiran para anggota dewan Kebon Sirih yang hadir sebelum pukul 10.00 WIB.
"Kemarin kita sepakat dengan tim Panlih (panitia pemilihan) bahwa absensi ditutup pukul 10.00 WIB. Kepada rekan-rekan yang tadi lewat jam 10, kita enggak akan memberikan hak suaranya," ujarnya di ruang rapat paripurna.
"Ini ketetapan dari hasil rapat Panlih. Silahkan bagi rekan-rekan yang di atas jam 10.00 WIB menunggu di ruang transit," sambungnya.
Sementara itu, Ketua Panlih Wagub DKI Farazandy Fidinansyah mengatakan, enam anggota dewan yang tak diberi hak suaranya berasal dari Fraksi PSI.
"Ada 6 orang tidak hadir atau terlambar, dari PSI," tuturnya.
Ariza Menang Telak
Dalam pemilihan ini, Ariza menang telak atas politisi senior PKS Nurmansjah Lubis.
Sosok yang diusung oleh Gerindra ini mendapat 81 suara dari 100 anggota DPRD DKI yang menggunakan haknya.
"Nomor urut satu Ahmad Riza Patria dengan perolehan suara 81," ucap Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub DKI Farazandy Fidinansyah, Senin (6/4/2020).
Sementara itu, Nurmansjah Lubis yang disokong oleh PKS hanya memperoleh 17 suara.
"Nomor urut dua, Nurmasjah Lubis dengan perolehan suara 17," ujarnya dalam rapat paripurna pemilihan Wagub.
Adapun surat suara sah berjumlah 98, sedangkan yang tidak sah ada 2 surat suara.
"Jumlah suara sah 98, jumlah suara tidak sah 2. Total suara 100," kata Andy, sapaan akrab Farazandy.
Dilantik Presiden Joko Widodo
Sepekan setelah unggul dalam pemilihan Wagub DKI, Ahmad Riza Patria resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 15 April 2020.
Usai dilantik, Ariza berharap, kehadirannya bisa membantu Anies dalam menata Jakarta.
"Mudah-mudahan kehadiran saya di DKI Jakarta bisa membantu program yang sudah ditetapkan," ucapnya, Rabu (15/4/2020).
Baca juga: Kaleidoskop 2020: Saat Warga Perumahan Mewah di Sunter Kebagian Sembako Covid-19
Baca juga: Kaleidoskop 2020, Ini Rangkuman Peristiwa Pada Januari, Banjir Hingga Kasus Lutfi Alfiandi
Baca juga: Kaleidoskop 2020, Kota Depok Banjir dan Tanah Longsor Hingga Renggut 4 Nyawa
Usai dilantik, Riza mengakui, tugas berat telah menantinya. Dirinya dituntut untuk bisa langsung unjuk gigi dalam penanganan virus corona (Covid-19).
Ia pun menyebut bakal saling bahu membahu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam mencegah penyebaran Covid-19 di ibu kota.
"Kami berharap masalah ini bisa kami selesaikan secara baik. Mudah-mudahan kehadiran saya bisa membantu pak gubernur dalam rangka menangani Covid-19," ujarnya.