Breaking News:

Jakarta Terapkan PSBB Transisi

Kasus Covid-19 Tak Kunjung Turun Jelang Libur Akhir Tahun, Anies Perpanjang PSBB hingga 3 Januari

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi hingga 3 Januari.

ISTIMEWA/Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Memimpin Rapim Paparan Bantuan Biaya Masuk Sekolah Swasta, Kamis (16/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi hingga 3 Januari 2020.

Anies menyebut, perpanjangan masa transisi ini dilakukan lantaran belum ada tanda-tanda penurunan kasus Covid-19.

Selain itu, perpanjangan PSBB masa transisi ini juga dilakukan sebagai langkah antisipasi  lonjakan kasus akibat libur Natal dan tahun baru.

Untuk itu, fokus Pemprov DKI dalam masa PSBB transisi kali ini ialah mengendalikan mobilitas penduduk agar kasus Covid-19 bisa ditekan.

"Mobilitas penduduk ini akan kami pantau dan dikendalikan agar tak terjadi penularan, baik orang dari luar ke Jakarta maupun sebaliknya," ucapnya, Senin (21/12/2020).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun mengimbau warganya untuk tetap berada di rumah dan tidak keluar kota saat libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

"Perlu bagi kita, khususnya para keluarga di Jakarta untuk menahan diri tidak melakukan aktivitas liburan ke luar rumah, terlebih keluar dari Jakarta,” ujarnya.

Untuk diketahui, total kasus Covid-19 di DKI Jakarta hingga 20 Desember 2020 telah mencapai angka 163.111.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyebut, angka ini bertambah 13,3 persen dibandingkan dua pekan sebelumnya pada 6 Desember lalu dengan total 143.961 kasus.

“Kami mencatat bahwa kenaikan persentase kasus terkonfirmasi positif signifikan mulai terjadi sejak pertengahan bulan November dan kini stabil di angka 13 pern,” kata dia dalam siaran tertulis yang diterima TribunJakarta.com.

Untuk nilai rata-rata positivity rate harian per bulan DKI Jakarta, angkanya cukup tinggi, yaitu 9,6 persen.

Padahal, organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan ambang batas positivity rate tidak boleh lebih dari 5 persen.

"Sedangkan Nilai reproduksi efektif (Rt) yang menjadi indikasi tingkat penularan di masyarakat menunjukkan skor 1,06 per 19 Desember 2020," tuturnya.

"Nilai Rt harus berada di bawah 1 agar wabah Covid-19 terkendali dengan baik," tambahnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved