Breaking News:

Digelar Virtual Final Lomba Baca Kitab Kuning 2020 Fraksi PKS DPR RI Meriah dan Antusias

Fraksi PKS DPR RI, sukses menyelenggarakan Final Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) 2020 memasuki periode ke-4

Istimewa
Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fraksi PKS DPR RI, sukses menyelenggarakan Final Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) 2020 memasuki periode ke-4, Selasa (23/12/2020).

Berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, LBKK tahun ini dilaksanakan secara virtual sebagai dampak pandemi Covid-19.

Meski virtual sama sekali tidak mengurangi antusiasme peserta yang tercatat diikuti 1744 santriwan dan santriwati dari 635 pondok pesantren dan tersebar di 216 Kabupaten/Kota dari 21 Provinsi. Lomba memperebutkan hadiah senilai total Rp. 752.220.000, dengan hadiah utama yaitu Umroh ke Tanah Suci.

Tampil sebagai dewan juri KH Syuhada' Syarkun (Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang), KH Muslih Abdul Karim (Ketua Umum MAPADI), KH Ali Akhmadi (Ketua BPKD PKS).

Acara LBKK ke-4 dibuka secara resmi oleh Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan ditutup oleh Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Aljufri.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dalam sambutannya mengatakan, Lomba Baca Kitab Kuning yang sudah memasuki tahun ke-4 ini adalah bentuk konsistensi Fraksi PKS dalam mensyiarkan khasanah keilmuan pesantren.

"Fraksi PKS adalah yang pertama menggelar lomba baca kitab kuning di DPR sejak Indonesia merdeka. Lomba baca kitab kuning ini kita selenggarakan sebagai bentuk kecintaan kepada khasanah keilmuan Islam. Sebagai bentuk kecintaan pada ulama. Dan sebagai upaya untuk menjaga aqidah ahlussunah wal jama'ah," kata Jazuli.

Jazuli Juwaini menjelaskan, hal ini sejalan dengan garis perjuangan Fraksi PKS yang memperjuangkan kerakyatan, keummatan, dan pengokohan nasionalisme Indonesia.

"Dalam wilayah keummatan, Fraksi PKS bersama-sama Fraksi lainnya telah berhasil mengesahkan Undang-Undang Pesantren. Ini adalah bentuk penghormatan kepada pesantren, ulama, dan santri yang begitu besar kontribusinya bagi bangsa dan negara sejak masa perjuangan kemerdekaan," jelasnya.

Anggota Komisi I DPR ini menegaskan bahwa negara ini adalah warisan para ulama dan santri pejuang.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved