Natal dan Tahun Baru 2021

Pesan Pangdam Jaya Jelang Natal dan Tahun Baru: Kami Akan Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

angdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengimbau masyarakat untuk tidak berkerumun, khususnya saat libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman di Makodam Jaya, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (23/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengimbau masyarakat untuk tidak berkerumun, khususnya saat libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Perayaan Nataru tahun ini memang terasa sangat berbeda ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Pandemi Covid-19 yang melanda berbagai negara, termasuk Indonesia membuat sejumlah kegiatan dibatasi.

Satu diantaranya seperti perayaan Nataru 2021.

Kodam Jaya Jayakarta bersama pemerintah dan Polda Metro Jakarta akan memastiskan kegiatan yang ada sesuai dengan protokol kesehatan yang ada, termasuk ibadah pada malam Natal.

"Dalam rangka hari Natal dan tahun baru saya dengan pemerintah daerah dan tentunya dengan Polda Metro Jaya akan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang rutin. Tentunya masalah penegakan protokol kesehatan," kata Dudung di Makodam Jaya, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (23/12/2020).

Dudung memastikan pihaknya akan melakukan penindakan tegas terhadap para pelanggar protokol kesehatan dan mengimbau masyarakat untuk menghindari kerumunan.

Hal ini sebagai wujud guna mengantisipasi klaster baru, mengingat pasien terkonfirmasi positif cukup tinggi.

"Untuk ibadah dengan tetap menjaga protokol kesehatan dan saya imbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatannya jangan berkerumun. Sebagai petugas PMDK, baik pemerintah daerah, Polri, Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya akan menindak tegas kepada para pelanggar protokol kesehatan. Karena juga semakin banyak korban yang berjatuhan.  Kita sangat sayang kepada seluruh rakyat khususnya di DKI Jakarta agar tidak lagi terjadi klaster-klaster baru," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved