Breaking News:

Natal dan Tahun Baru 2021

Libur Natal dan Tahun Baru, ASN Kota Depok Dilarang Bepergian ke Luar Daerah: Ada Hukuman Disiplin

Ada hukuman disiplin bagi ASN, Wali Kota Depok, Mohammad Idris melarang ASN liburan Natal dan Tahun Baru ke luar daerah demi putus rantai Covid-19.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Calon Wali Kota Depok, Mohammad Idris, saat memberikan sambutan di GEdung DPD PKS Kota Depok, Selasa (10/11/2020). Ada hukuman disiplin bagi ASN Mohammad Idris melarang ASN liburan Natal dan Tahun Baru ke luar daerah demi putus rantai Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengeluarkan Surat Edaran Nomor 800/614-Huk/BKPSDM yang berisi tentang pembatasan bepergian ke luar daerah dan pengetatan pemberian cuti bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Depok selama libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Hal ini dilakukan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, yang berpotensi meningkat seperti pada libur panjang sebelumnya.

Bilamana tetap diperlukan untuk bepergian ke luar daerah, Idris meminta agar seluruh ASN tetap memperhatikan sejumlah hal seperti diantaranya peta zonasi resiko, protokol perjalanan, dan kebijakan pemerintah daerah di kota tujuan.

Ihwal cuti, Idris meminta agar kepala perangkat daerah melakukan pengaturan secara ketat, selektif, dan akuntabel.

“Kepala perangkat daerah melakukan pengaturan secara ketat, selektif, dan akuntabel, terhadap pemberian cuti selain dari cuti bersama kepada ASN di lingkungan kerjanya,” kata Idris dalam keterangan resminya, Jumat (25/12/2020).

Tak segan, Idris juga mengatakan akan ada hukuman disiplin bagi ASN yang melanggar peraturan tersebut.

Baca juga: Putus Cinta, Pemuda di Palembang Kirim Foto dan Video Bugil Mantan Pacar ke Ibunya: Saya Tak Terima!

“Apabilan terdapat ASN yang melanggar hal tersebut, maka yang bersangkutan diberikan hukuman disiplin sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja,” tegasnya.

Sekedar informasi, melansir dari halaman ccc-19.depok.go.id, jumlah pasien terkonfirmasi positif saat ini di Kota Depok telah menembus angka 15.771 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.016 orang diantaranya berhasil sembuh dari virus mematikan ini, sementara 390 lainnya meninggal dunia.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved