Breaking News:

Ada Kasus Mesum Sesama Jenis di Wisma Atlet, Persatuan Perawat Dukung Evaluasi Pengawasan Pasien

Ada kasus mesum sesama jenis di RSD Wisma Atlet, Jakarta Pusat, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dukung evaluasi sistem pengawasan.

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Gedung Wisma Atlet Kemayoran yang dijadikan Rumah Sakit Darurat Covid-19, Jumat (27/3/2020). Ada kasus mesum sesama jenis di RSD Wisma Atlet, Jakarta Pusat, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dukung evaluasi sistem pengawasan. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ada kasus mesum sesama jenis di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta Pusat, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dukung evaluasi sistem pengawasan.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah mendukung langkah pihak Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Jakarta yang akan mengevaluasi sistem pengawasan setelah adanya temuan perbuatan mesum antara perawat dan Pasien.

"Saya raya langkah pihak rumah sakit yang akan mengevaluasi manajemen pengawasan di rumah sakit sudah tepat," kata dia saat dihubungi, Minggu, (27/12/2020).

Harif mengakui pengawasan perawatan Pasien Covid-19 di RS Darurat memang tidaklah mudah.

Pasalnya tempat perawatan merupakan apartemen atau hotel yang bertingkat-tingkat sehingga kemungkinan adanya tempat atau spot yang luput dari pengawasan, tinggi.

Belum lagi jumlah relawan tenga medis yang banyak.

"Kalau di Rumah Sakit biasa mungkin bisa terkontrol tapi kan ini apartemen atau hotel banyak tempat-tempat yang lepas dari sisi pengawasan," katanya.

Baca juga: Viral Mesum Sesama Jenis Pasien Covid-19 dan Perawat di Wisma Atlet, Berikut Sederet Faktanya

Selain manajemen rumah sakit, aspek yang harus dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang, menurut dia yakni rekrutmen perawat. Psikotes rekrutmen relawan menurutnya harus bisa menjangkau integritas dan etika  perawat.

"Saya rasa Kemenkes sudah lakukan psikotes, tapi sebaiknya psikotes yang dilakukan harus bisa menjangkau sampai arah sana (integritas dan etika), jadi rekrutmen juga penting," katanya.

Harif juga mengutuk keras adanya perbuatan asusila antara seorang perawat dengan pasien di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Jakarta.

Halaman
1234
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved