Perawatan Rumput di Jakarta International Stadium Manfaatkan Burung Kaki Bayam

Setiap harinya, kawanan burung tersebut akan 'bekerja' selama 4 jam menghabiskan hama dari rumput hybrid sejak pagi hingga sore hari

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Muhammad Zulfikar
Dok. PT Jakarta Propertindo
Burung kaki bayam yang dipelihara di area Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok, Jakarta Utara. Burung ini dimanfaatkan untuk perawatan rumput hybrid di lapangan latih JIS. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Dua lapangan latih di Jakarta International Stadium (JIS) dilengkapi rumput hybrid untuk memenuhi konsep green building.

Rumput hybrid tersebut adalah campuran dari rumput alami dan rumput sintetis yang didatangkan dari berbagai daerah.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto mengatakan, pemasangan rumput hybrid tersebut telah direkomendasikan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA).

"Yang jelas ini tidak terlepas dari rekomendasi FIFA. Jadi rumput hybrid ini rumput sintetisnya dari Itali, tapi rumput alamnya diambil dari Boyolali," kata Dwi dalam siaran langsung peresmian Lapangan Latih Jakarta International Stadium, Senin (28/12/2020).

Perawatan rumput hybrid di area JIS pun terbilang tidak biasa.

Masih menekankan konsep green building, Jakpro enggan menggunakan pestisida dalam perawatan rutin nantinya.

Menurut Dwi, perawatan rumput hybrid menggunakan metode alami dengan memanfaatkan burung kaki bayam.

"Enggak pakai pestisida, jadi kita optimalkan peran alam dengan burung kaki bayam yang berfungsi membasmi hama ulat di rumput," kata Dwi.

Dalam proses perawatan, ada sekitar 5-10 ekor burung kaki bayam yang akan dipelihara di area JIS.

Setiap harinya, kawanan burung tersebut akan 'bekerja' selama 4 jam menghabiskan hama dari rumput hybrid sejak pagi hingga sore hari.

"Ini adalah syarat yang diminta, standard requirement untuk mendapatkan green building," ucap Dwi.

Adapun dengan diresmikannya dua lapangan latih pada hari ini, persentase penyelesaian proyek JIS memasuki 42 persen.

Memasuki awal tahun 2021, proyek akan berlanjut dengan agenda pemasangan atap buka-tutup yang nantinya menjadi salah satu daya tarik JIS.

Baca juga: Test Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta Kembali Dibuka Untuk Umum, Simak Jadwal dan Harganya

Baca juga: Anies Baswedan Ingatkan Pengembang Agar Pembangunan Jakarta International Stadium Tidak Molor

Baca juga: Atap Buka-Tutup Jakarta International Stadium Seberat 3.500 Ton, Bakal Dapat Rekor MURI

Anies Baswedan ingatkan pengembang

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved