Virus Corona di Indonesia

Jumlah Covid-19 di Bekasi Tembus 15 Ribu, Wali Kota Rahmat Effendi: Tidak Bisa Kita Tahan

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pihaknya tidak bisa membendung laju transmisi sebaran Covid-19 di wilayahnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat dijumpai di Stadion Patriot, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (14/12/2020).  

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kasus Covid-19 di Kota Bekasi terus mengalami peningkatan, berdasarkan data di situs corona.bekasikota.go.id, jumlah kumulatif hingga Selasa (29/12/2020) tembus 15.009 kasus.

Masih dalam data yang sama, dari total kasus kumulatif terdapat 13.952 kasus warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang sudah ditanyakan sembuh.

Sedangkan untuk kasus aktif atau yang masih dalam masa perawatan sebanyak 813 kasus, kemudian warga yang meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 244 kasus.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pihaknya tidak bisa membendung laju transmisi sebaran Covid-19 di wilayahnya.

"Kalau kita nih engga bisa ditahan (laju transmisi) dengan wilayah kabupaten Bogor, Depok apalagi DKI Jakarta yang sebagai episentrum," kata Rahmat Effendi di Stadion Patriot.

Pihaknya saat ini fokus pada penanganan penyediaan layanan fasilitas kesehatan, jangan sampai warga yang terpapar Covid-19 tidak mendapatkan penanganan secara memadai.

"Kita engga bisa menahan tentang hal itu, yang kita bisa lakukan sekarang adalah memperbanyak fasilitas kesehatan," terangnya.

Baca juga: Rumah Makan Padang di Tugu Utara Kebakaran, Penyebabnya karena Ledakan Tabung Gas

Baca juga: VIRAL Penumpukan WNA di Bandara Soekarno-Hatta Acuhkan Protokol Kesehatan, Ini Kata KKP

Baca juga: Tulis Diari, Mendiang Lina Jubaedah Beberkan Rasa Sayangnya pada Sule

Pemerintah daerah dalam hal ini, tinggal menunggu program vaksinasi dari pemerintah pusat dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

"Jadi kita ini mengendalikan, karena yang bisa menyelesaikan itu kan vaksin, Jadi sekarang kita mengendalikan," tegas dia. 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved