Breaking News:

Antisipasi Kelangkaan Tahu Tempe, Pemprov DKI Dorong Penggunaan Kedelai Lokal

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta bakal menonjolkan kedelai lokal untuk memenuhi kebutuhan akan bahan pokok

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Pekerja melakukan pengolahan kacang kedelai di rumah produksi tempe di Gang Mawar, Jalan RA Kartini, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu (3/1/2021).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Imbas kenaikan harga kedelai impor, terjadi kelangkaan tahu dan tempe di pasar tradisional maupun modern.

Pasalnya, banyak produsen tahu tempe yang memutuskan mogok dan menghentikan proses produksi sebagai bentuk protes atas kenaikan kedelai.

Terkait hal ini, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta bakal menonjolkan kedelai lokal untuk memenuhi kebutuhan akan bahan pokok pembuatan tahu tempe tersebut.

"Kedelai lokal saat ini baru mencukupi 30 persen kebutuhan kedelai dalam antisipasi kebutuhan kedelai impor," ucap Plt Kadis KPKP Suharini Eliawati, Selasa (5/1/2021).

Dari hasil pemantauan yang dilakukan DKPKP DKI Jakarta sejak pada 4 Januari 2021 lalu, produk tahu tempe sudah mulai dijual kembali dipasaran.

Baca juga: MYD Berstatus Tersangka Namun Belum Ditahan, Ini Penjelasan Polisi

Baca juga: 7.000 Tenaga Medis di Kabupaten Tangerang Terdaftar Penerima Vaksin Covid-19 Tahap Awal

Baca juga: Paket Kokain Seberat 122,2 Gram yang Dikirim dari Jerman Adalah Produk Kolumbia 

Meski demikian, terjadi peningkatan harga hingga 20 persen dibandingkan sebelumnya.

"Hasil pantauan kami pada 4 Januari 2021 di pasar tradisional, produk tahu dan tempe sudah ada di pasar dengan penyesuaian harga. Ada kenaikan sekitar Rp 2.000," ujarnya.

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menuturkan, peningkatan harga tidak terelakan lantaran ada kenaikan harga kedelai dunia.

"Kenaikan kedelai impor memang sebagai dampak dari kenaikan harga kedelai dunia akibat Cina meningkatkan kuota impornya sebesar 60 persen," kata dia.

Untuk menstabilkan harga kedelai di pasaran, DKPKP DKI pun bekal mendorong penggunaan kedelai lokal.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved