Kepala Kementerian Agama Sebut Pembangunan Madrasah di Depok Tidak Mudah
Kepala Kementerian Agama Kota Depok, Asnawi, mengatakan, pihaknya berharap kedepan Kota Depok bisa memiliki lebih banyak Madrasah Negeri
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG – Digadang-gadang sebagai Kota Religius, hingga saat ini kehadiran Madrasah Negeri di Kota Depok masih sangat minim.
Bila dibandingkan dengan pembangunan sejumlah apartemen atau pun pusat perbelanjaan yang berjejer di sepanjang Jalan Raya Margonda, kondisi ini pun bisa dikatakan cukup memprihatinkan.
Maka tak heran, bila keinginan ‘memperbanyak’ Madrasah Negeri di Kota Depok masuk dalam visi dan misi para peserta Pilkada Kota Depok 2020 silam.
Kepala Kementerian Agama Kota Depok, Asnawi, mengatakan, pihaknya berharap kedepan Kota Depok bisa memiliki lebih banyak Madrasah Negeri.
“Kita kedepan inginnya seperti konsep yang Pak Wakil Wali Kota (Pradi Supriatna) sampaikan, harus ada Madrasah Negeri dan ini yang kita komunikasikan terus dengan pemerintah daerah maupun pusat supaya betul-betul terlaksana,” jelas Asnawi usai Upacara Peringatan Hari Amal Bakti ke-75 di Kantor Kementerian Agama Depok, Cilodong, Selasa (5/1/2021).
“Insya Allah kehadiran negara makin dirasakan oleh masyarakat walaupun mungkin kehadiran negara di madrasah swasta juga sudah hadir, masyarakat bisa menikmati, tapi kalau ada negeri kan lebih mantap lagi,” timpalnya lagi.
Namun demikian, Asnawi belum bisa menjelaskan akan berapa banyak Madrasah Negeri yang dibangun di Kota Depok kedepannya.
Baca juga: Detik-detik Penggeledahan Rumah Wanita Penjual Miras yang yang Tewaskan 4 Pemuda Usai Meminumnya
Baca juga: Promo Alfamart Hari Ini Selasa 5 Januari 2021, Ada Promo Susu Hebat Buat Bunda dan Si Kecil
Baca juga: Jadwal Liga Italia Live RCTI AC Milan Vs Juventus, Absennya Pilar Nyonya Tua dan Rossoneri
“Saya belum bisa memastikan untuk tahun ini, karena kan perlu perencanaan yang sangat matang. Untuk membangun sebuah Madrasah Negeri tidak seperti mengembalikan telapak tangan,” tuturnya.
Asnawi mengatakan, hal yang menjadi persoalan pembangunan di Kota Depok, tak lain dan tak bukan adalah ihwal biaya pembebasan lahan yang diketahui kerapa berjalan ‘alot’.
“Memang yang paling penting adalah penyediaan lahannya, sementara di Depok kan tahu sendiri keadaan lahannya karena memang Kota,” bebernya.
Asnawi menilai, idealnya Kota Depok memiliki satu Madrasah Negeri setiap Kecamatan. Sekedar informasi, Kota Depok sendiri 11 Kecamatan.
“MI (Madrasah Ibtidaiyah)-nya satu, MTS (Madrasah Tsanawiyah)-nya satu, MA (Madrasah Aliyah)-nya satu. Kalau selesai sudah berjalan dengan baik,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/jalan-juanda-depok-rawan-begal.jpg)