Kalimat Kritikan Jack Ma yang Diduga Menjadi Pemicu Hilang Misterius di Hadapan Publik

Wall Street Journal melaporkan pekan lalu, Beijing berusaha mengecilkan 'kerajaan' Jack Ma dan berpotensi mengambil saham lebih besar dalam bisnisnya

Editor: Muhammad Zulfikar
Youtube World Economic Forum
Pendiri Alibaba, Jack Ma Sumbangkan Jutaan Masker dan Peralatan Tes untuk Afrika 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Bisnis Jack Ma saat ini berada dibawah tekanan besar.

Namun, co-founder Alibaba ini belum terdengar kabarnya selama berbulan-bulan.

Dikutip Tribunnews dari CNN, Jack Ma belum muncul ke publik ataupun melihatkan dirinya di unggahan media sosial, sejak Oktober lalu, lebih dari seminggu sebelum daftar pasar saham yang sangat dinanti dari afiliasi keuangan Alibaba, Ant Group, diblokir pada menit terakhir oleh pemerintah China.

Ant Group telah berubah dari mempersiapkan penawaran umum perdana terbesar di dunia menjadi bisa dipesan untuk merombak sebagian besar bisnisnya.

Pemerintah China telah mengkritik perusahaan karena menyingkirkan saingan dari pasar dan merugikan hak konsumen.

Alibaba, sementara itu, telah diperiksa di China atas dugaan monopoli.

Wall Street Journal melaporkan pekan lalu, Beijing berusaha mengecilkan 'kerajaan' Jack Ma dan berpotensi mengambil saham lebih besar dalam bisnisnya.

Hal ini disampaikan oleh pejabat China dan penasihat pemerintah yang tahu masalah tersebut.

Jack Ma bahkan absen dari final acara Africa’s Business Heroes, menurut Financial Times.

Surat kabar itu melaporkan posisi Jack Ma sebagai juri digantikan eksekutif Alibaba lainnya dalam episode terakhir.

Padahal pada 12 Oktober lalu, Jack Ma mengatakan dirinya tidak sabar bertemu para finalis selama acara final tanggal 14 November.

Alibaba mengatakan pada CNN Business pada Senin, Jack Ma harus melewatkan final karena adanya konflik jadwal.

Namun, Alibaba menolak berkomentar lebih lanjut mengenai keberadaannya.

Jack Ma telah menjaga jarak dengan China dalam beberapa waktu, kata Duncan Clark, penulis Alibaba: Rumah yang Dibangun Jack Ma dan pendiri perusahaan penasihat investasi BDA China.

Clark menambahkan, Beijing ingin penjelasan tentang IPO Ant Group mendominasi percakapan publik - dan perusahaan kemungkinan tahu tidak akan membantu untuk memiliki "keragaman pendapat" mengenai masalah ini.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved