Breaking News:

Rizieq Shihab Tersangka

Kubu Rizieq Shihab Siapkan Bukti Tertulis Jelang Sidang Praperadilan

Tim kuasa hukum Rizieq Shihab telah menyiapkan alat bukti tertulis jelang sidang praperadilan nanti yang dihelat pada pukul 13.00 WIB.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Suasana sidang praperadilan yang diajukan Rizieq Shihab atas status tersangka kasus kerumunan di Petamburan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Sidang gugatan praperadilan Muhammad Rizieq Shihab terkait kasus kerumunan di Petamburan kembali bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (6/1/2021).

Sidang praperadilan hari ketiga ini beragendakan penyerahan bukti dari pihak pemohon, Rizieq Shihab.

Tim kuasa hukum Rizieq Shihab telah menyiapkan alat bukti tertulis jelang sidang praperadilan nanti yang dihelat pada pukul 13.00 WIB.

Pihaknya sudah menyiapkan 38 alat bukti tertulis.

"Bukti tertulis dan saksi pemohon. Bukti tertulis ada 38," ungkap Alamsyah, salah satu tim kuasa hukum.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Rizieq Shihab menilai penetapan kliennya sebagai tersangka terlalu dini.

Salah satu kuasa hukum, Alamsyah mengatakan pihak kepolisian seharusnya menunggu Rizieq memenuhi panggilan sebagai saksi bukan malah ditetapkan menjadi tersangka.

Semestinya, bila Rizieq tak hadir pada panggilan pertama, polisi jemput paksa pada panggilan kedua bukan penangkapan dan dijadikan tersangka.

"Penetapan tersangka ini prematur. Sebelum polisi menyidik Habieb Rizieq sebagai saksi dan memenuhi panggilannya, tiba-tiba ditetapkan sebagai tersangka," ungkapnya kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (4/1/2021).

Alamsyah juga menilai polisi belum pernah menyidik kliennya tersebut sebagai saksi atau tersangka.

"Semestinya dia sidik dulu baru ditetapkan menjadi tersangka setelah ada pembuktian, ada keterangan dari dia," tambahnya.

Baca juga: PSI Desak Anies Baswedan Perpanjang Aturan Wajib Antigen dan Terapkan Jam Malam

Baca juga: Pria yang Tewas dalam Semak-semak di Ulujami Pesanggrahan Diduga Bakar Diri

Baca juga: Sederet Fakta Pelaku Curanmor Tewas Dikeroyok di Serpong, Tinggalkan Motor Hingga Viral di Medsos

Tenda yang terpasang

Kuasa hukum Rizieq Shihab mengatakan tenda yang terpasang di acara pernikahan anak Rizieq Shihab bertujuan untuk mengantisipasi datangnya para simpatisan FPI yang hadir.

Menurut kuasa hukum, Hijjatul Baihaqi, tenda itu merupakan cara panitia untuk menjaga jarak bagi massa yang datang meski tidak diundang.

"Jadi tenda itu mitigasi, dari langkah kita, langkah panitia supaya tidak ada kerumunan atau bisa diterapkannya protokol kesehatan," ujarnya kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (5/1/2021).

Kuasa hukum Rizieq lainnya, Alamsyah menambahkan, tenda itu untuk mengantisipasi kerumunan dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Iya diatur kursinya jarak-jarak jauh, makanya jadi panjang, begitu," pungkasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Polda Metro Jaya menilai kubu Rizieq Shihab sengaja mengajak masyarakat untuk datang ramai-ramai ke acara pernikahan anaknya, Syarifah Najwa Shihab dengan Habib Irfan Alaydrus di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Undang lewat Youtube

Hal itu diutarakan tim kuasa hukum pihak kepolisian selaku termohon di sidang gugatan praperadilan Muhammad Rizieq Shihab terkait kasus kerumunan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Rizieq mengajak masyarakat untuk datang ramai-ramai ke upacara pernikahan anaknya atau putrinya yang bernama saudari Syarifah Najwa Shihab dengan Irfan Alaydrus pada Sabtu 14 November 2020 di Jalan KS Tubun, Petamburan, Tanah Abang, Jakpus," ujar salah satu kuasa hukum kepolisian di ruang sidang pada Selasa (5/1/2021).

Tim kuasa hukum membantah dengan bukti yang disampaikan di Ruang Sidang Utama Prof. H. Oemar Seno Adji.

Rizieq, lanjutnya, mengajak umat datang pada saat kegiatan Maulid Nabi di masjid di kawasan Tebet Utara, Jakarta Selatan yang diunggah di akun youtube, Front TV.

"Ajakan tersebut dilakukan saudara Muhammad Rizieq pada saat kegiatan maulid di Tebet Utara Jaksel. Sebagaimana  link www.youtube.com dengan judul peringatan maulid majelis Taklim Al Afaf yang diunggah pada tanggal 14 november 2020 melalui channel Youtube Front TV," lanjutnya.

Ajakan tersebut mengakibatkan kerumunan masyarakat di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat. Banyak umat yang hadir di acara tersebut.

Mereka juga sebagian besar tidak menerapkan protokol kesehatan dengan benar.

"Maka Sabtu 14 November 2020 di jalan KS Tubun Kelurahan Petamburan Tanah Abang terjadi kerumunan masyarakat yang tidak mematuhi penyelenggaraan tentang kekarantinaan kesehatan, serta tidak menjaga jarak dan yang hadir tidak menggunakan masker atau tidak menggunakan masker dengan benar," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved