Pemerintah Kota Jakarta Pusat Ingatkan Pedagang Cabai Jangan Pernah Pakai Pewarna
Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat akan memberikan sanksi kepada pedagang cabai yang tidak menuruti
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemerintah Kota Jakarta Pusat mengingatkan para pedagang cabai agar tidak menggunakan pewarna.
Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat akan memberikan sanksi kepada pedagang cabai yang tidak menuruti peringatan tersebut.
"Akan kami berikan sanksi tegas kalau kedapatan pedagang cabai yang nakal," kata Plt Sudin KPKP Jakarta Pusat, Mujiati, saat dihubungi, Rabu (6/1/2021).
Meski begitu, pihaknya masih memikirkan sanksi apa yang tepat jika ada pedagang cabai yang melanggar.
"Masih kami diskusikan dengan pihak terkait untuk sanksi apa. Pokoknya akan ada sanksi tegas," jelas Mujiati.
Dia pun berharap, pedagang cabai di tiap pasar kawasan Jakarta Pusat tetap mengutamakan kesehatan.
Sebab, menurut Mujiati, cabai yang bermanfaat yakni tidak menggunakan pewarna.
"Ya harapannya, khusus untuk pedagang cabai, jangan pernah nekat menggunakan pewarna," ucap dia.
Baca juga: Tabrak Pohon, Pengemudi Motor di Jakarta Timur Tewas
Baca juga: Dua Hakim dan Empat Pegawai Pengadilan Negeri Tangerang Positif Covid-19
Baca juga: Fraksi PAN DPRD DKI Apresiasi Blusukan Mensos Tri Rismaharini di Jakarta
Sebelumnya, Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat telah mendatangi Pasar Gondangdia.
Mujiati mengatakan, tujuan kegiatan tersebut guna mengecek para pedagang cabai yang diduga menggunakan pewarna buatan.
"Jadi, sidak cabai ini sebagai menindaklanjuti informasi peredaran cabai yang memakai pewarna buatan," jelas Mujiati.
"Jadi, kemarin kami sempat mendatangi beberapa pasar, termasuk Pasar Gondangdia," lanjutnya.
Di Pasar Gondangdia, kata Mujiati, pihaknya telah memeriksa secara saksama tiap cabai yang dijajakan pedagang.
Hasilnya, kata Mujiati, tidak ditemukan adanya pewarna buatan.
"Ya, setelah kami cek tiap pedagang cabai, kami tidak menemukan yang aneh-aneh (cabai diberi pewarna buatan)," jelas dia.
"Kami sudah cek secara teliti, ya. Tidak ada pewarna buatan pada cabai-cabai yang dijual di sana," tutup dia.