Breaking News:

Sempat Terdengar Ledakan Saat Kebakaran di Cimuning Bekasi Tewaskan Tiga Korban, Ini Penyebabnya

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi Aceng Solahudin mengatakan, dalam insiden kebakaran sempat terdengar ledakan keras.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA/Dokumentasi Damkar Kota Bekasi
Petugas Damkar dan Kepolisian saat melakukan evakuasi korban kebakaran di Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu (6/1/2021).   

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MUSTIKAJAYA - Kebakaran hebat terjadi di sebuah rumah tinggal sekaligus gudang rongkos di daerah Kampung Cimuning, RT01 RW04, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu (6/1/2021). 

Insiden tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia yakni, bayi berusia delapan bulan bernama Bilal, lalu orang dewasa bernama Rihin (45) dan anak di bawah umur berusia 12 tahun bernama Kayla.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi Aceng Solahudin mengatakan, dalam insiden kebakaran sempat terdengar ledakan keras.

"Sempat terdengar ledakan di lokasi kebakaran, radiusnya sekitar 50 meter kira-kira," kata Aceng saat dikonfirmasi.

Dia menjelaskan, penyebab kebakaran diduga akibat percikan api yang menyulut tiner. Rumah yang juga jadi tempat gudang rongsokan dan usaha kusen itu berisi barang mudah terbakar.

"Informasi di sana ada bahan yang mudah terbakar, berupa tiner, kemungkinan api menuambar dari situ, ditambah ada barang-barang rongkos mudah menyambar," ucapnya.

Aceng menambahkan, konstruksi rumah yang menjadi lokasi kebakaran didominasi bangunan semi permanen berupa kayu yang mudah terbakar.

Api yang muncul dari tiner dengan cepat melahap bangunan rumah hingga ke belakang, ke lokasi penyimpanan kompresor las karbit tempat usaha kusen milik pemilik rumah.

"Dari penyimpanan las karbit itu muncul ledakan, di situ juga menyebabkan api yang cukup besar," terang dia.

Namun sejauh ini, pihaknya belum dapat memastikan dari mana api dapat tersulut yang menyebabkan cairan tiner atau bahan mudah terbakar muncul.

Dari kejadian itu, terdapat dua orang korban yakni, Yata (55) dan Tama (50) berhasil selamat namun menderita luka bakar serius di sekujur tubuhnya.

"Saat ini masih korban selamat di rumah sakit, luka bakarnya cukup serius di atas 70 persen," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved