Breaking News:

Produsen Tempe Tahu Minta Pemerintah Tekan Importir Supaya Harga Kedelai Tidak Naik

Ketua Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta, Sutaryo mengatakan langkah tersebut tepat sebagai solusi jangka panjang.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Produsen tempe di Gang Mawar, Jalan RA. Kartini, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Minggu (3/1/2021).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Rencana Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan produksi kedelai lokal dinilai tak menyelesaikan masalah naiknya harga kedelai sekarang.

Ketua Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta, Sutaryo mengatakan langkah tersebut tepat sebagai solusi jangka panjang.

Namun menghadapi kenaikan harga imbas China meningkatkan jumlah impor kedelai ke Amerika, menurutnya pemerintah harus segera mengambil langkah cepat.

Dia memprediksi bila pemerintah tak segera mengambil langkah, harga kedelai yang kini berkisar Rp 9.200 per kilogram terus naik hingga akhir Februari 2021.

"Sudah telat (meningkatkan produksi kedelai lokal). Sistem kunci harga, dua minggu, sebulan yang diinginkan pengrajin," kata Sutaryo saat dikonfirmasi di Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (6/1/2021).

Pasalnya kesepakatan dagang China yang membeli mayoritas hasil panen kedelai Amerika berlangsung hingga Februari 2021 mendatang.

Baru pada Maret 2021 China mengalihkan pembelian kedelai ke Brazil yang termasuk satu dari empat negara penghasil kedelai terbesar di dunia.

Selama kesepakatan China dan Amerika belum berakhir, satu-satunya opsi menjaga harga kedelai yakni menekan importir kedelai tidak menaikkan harga.

"Karena harga (kedelai) kan ikut bursa harga komoditas, harganya bisa berubah dalam hitungan hari. Tapi kalau importir dipaksa tidak menaikkan harga atau mengunci harga kan susah juga, berat," ujarnya.

Sutaryo menuturkan produsen tempe tahu sejak lama mendukung pemerintah mewujudkan program swasembada kedelai yang direncanakan sejak 2006.

Meski kedelai lokal lebih cocok untuk bahan baku tahu, namun bila stoknya melimpah bisa menjaga daya tahan pangan Indonesia.

--

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved