DETIK-DETIK Seekor Harimau Sumatera Terkam Dua Lembu Milik Warga Terekam CCTV

Aksi seekor Harimau Sumatera menerkam dua ekor lembu milik warga di Bahorok Sumatera Utara terekam kamera trap.

Tayang:
Editor: Suharno

TRIBUNJAKARTA COM - Seekor Harimau Sumatera menerkam dua ekor lembu milik warga di Bahorok Sumatera Utara terekam kamera trap.

Dalam rekaman video, Harimau Sumatera ini menerkam dua ekor lembu milik warga.

Harimau Sumatera mencabik-cabik daging lembu terekam jelas dalam video tersebut.

TONTON JUGA:

Kasubag Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), Teguh Setiawan mengatakan telah menerima laporan dari KPH 1 Stabat adanya konflik Harimau Sumatera.

Baca juga: Imlek 2021, Karakter Shio Macan yang Berani dan Percaya Diri: Simak Sifatnya Berdasar Elemennya

Baca juga: 5 Shio yang Bakal Hoki pada Tahun Baru Imlek 2572 di Tahun 2021

Baca juga: Waspada 4 Shio yang Diramalkan Ciong pada Tahun Baru Imlek 2572, Hati-hati Melangkah

Baca juga: Simak Pernyataan Lengkap Gisella Anastasia Tentang Kasus Video Syur: Minta Maaf ke Gading dan Wijin

Dengan korban dua ekor ternak lembu milik seorang peternak, bernama Zainuddin di Dusun Selayang desa Laudamak kecamatan Bahorok, Langkat.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Langkat Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), Herbert P Aritonang, mengatakan, pada awal tahun 2021 ini konflik satwa di Langkat tergolong luar biasa.

Konflik ini kata Herbert termasuk kejadian berulang, yakni pada 25 Desember 2020 lalu.

Kata Herbert, ada juga kejadian yang sama di lokasi yang sama dengan korban dua ekor lembu pada Rabu 6 Januari 2020.

Menurut Herbert, kejadian dua hari terakhir hanya berjarak 800 meter dari lokasi pertama.

Kawasan tersebut, disebutnya masuk dalam kategori hutan produksi terbatas.

Lokasi ini dihuni masyarakat dan berjarak 1 Km dari Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Penanganan yang dilakukan saat ini, kata Herbert bersama mitra baik penduduk melakukan mitigasi dengan memberi sosialisasi dengan masyarakat.

Penjagaan pun dilakukan di lokasi konflik.

Dengan memusnahkan sisa bangkai, menurut Herbert berarti menghilangkan dominansi harimau terhadap mangsanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved