Pesawat Sriwijaya Air Jatuh
Menhub Budi Karya Ungkap 3 Instruksi Presiden Terkait Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182
Presiden meminta agar penyebab kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 bisa diungkap sesegera mungkin.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkap tiga instruksi Presiden Joko Widodo terkait kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) lalu.
Tiga instruksi tersebut terkait dengan operasi SAR serta pemenuhan hak keluarga korban.
Instruksi pertama ialah percepatan pencarian kotak hitam atau black box, serpihan pesawat, serta korban.
"Yang pertama penanganan harus cepat untuk mendapatkan black box, begitu juga jenazah korban, dan potongan pesawat," kata Budi di Dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2021).
Instruksi kedua yakni soal pemenuhan asuransi dan hak-hak para korban yang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Terakhir, Presiden meminta agar penyebab kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 bisa diungkap sesegera mungkin.
"Tujuannya adalah agar peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi maskapai penerbangan lainnya dan harapannya tidak ada lagi kecelakaan transportasi udara," kata Budi.
Terbaru, black box flight data recorder (FDR) yang berfungsi merekam data penerbangan ditemukan tim penyelam dari TNI AL sore tadi.
Baca juga: Berikut 3 Jenazah Penumpang Sriwijaya Air yang Teridentifikasi: Satunya Co Pilot Fadly Satrianto
Baca juga: Penumpang Video Call ke Istri Saat Sriwijaya Air-182 Delay: Jaga Kesehatan Ya
Baca juga: BREAKING NEWS 3 Jenazah Penumpang Sriwijaya Air Teridentifikasi: Ini Nama-namanya
Seiring dengan ditemukannya black box FDR, Budi berharap seluruh proses evakuasi serta pencarian black box cockpit voice recorder (CVR) bisa segera terselesaikan.
"Alhamdulilah sudah ditemukan Flight Data Reccorder (FDR) kemudian puing, puing dan bagian jasad korban juga telah ditemukan, meski belum semuanya," kata Budi.