Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Wakapolda Metro Jaya Tinjau Posko Panti Tangguh Jaya di Cipayung

Kedatangan Hendro Pandowo kali ini meninjau lokasi zona merah Covid-19, yang di mana per 29 Desember 2020 lalu ada 221 kasus positif Covid-19

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Hendro Pandowo tinjau posko panti tangguh jaya di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa (PSBLHS), Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG -  Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Hendro Pandowo meninjau posko panti tangguh jaya di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa (PSBLHS), Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021).

Didampingi sejumlah jajaran seperti Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan hingga Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar, Hendro Pandowo lebih dulu singgah di Mapolsek Cipayung.

Di sana, ia memberikan sejumlah pemaparan kepada awak media.

"Kita melaksanakan perintah Kapolda, bahwa di DKI Jakarta ini ada 55 zona merah. Itu yang kita prioritaskan untuk dibentuk kampung tangguh. Saat ini seperti yang disampaikam Kapolda, kita berkantor di Polres Jakarta Timur  juga di Balai Cipayung. Artinya kita mengecek bgmn penanganan di zona merah di RW yang ada di Cipayung ini," jelasnya di lokasi.

Kedatangan Hendro Pandowo kali ini meninjau lokasi zona merah Covid-19, yang di mana per 29 Desember 2020 lalu ada 221 kasus positif Covid-19 di PSBLHS dan 81 kasus positif Covid-19 di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia, Cipayung, Jakarta Timur.

Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Hendro Pandowo tinjau posko panti tangguh jaya di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa (PSBLHS), Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021).
Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Hendro Pandowo tinjau posko panti tangguh jaya di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa (PSBLHS), Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021). (TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina)

Sehingga PSBLHS dijadikan posko panti tangguh jaya karena menunjukan persembangan yang sangat baik.

Baca juga: Puluhan Orang Terjaring Operasi Masker di Pasar Senen, Pengetatan PSBB Kurang Efektif?

Baca juga: Cerita Keluarga Penumpang Sriwijaya Air: 3 Anak Tidak Mau Ikut Penerbangan Ibunda

Baca juga: Salah Input NIK, Apakah BLT UMKM Rp 2,4 Juta Tetap Bisa Cair? Ini Kata Kemenkop UKM

"Prosesnya sangat bagus melaksanakan tracing, testing dan treatment. Tapi yang jelas dari yang terkonfirmaai Covid-19 dari 188 orang di Panti itu sudah sembuh," jelasnya.

Saat ini, pihak panti memastikan tersisa 8 Warga Binaan Sosial (WBS) di PSBLHS yang masih terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang dalam masa pemulihan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved