Breaking News:

Mapolsek Ciracas Dirusak

Sebar Kabar Bohong, Prada Muhammad Ilham di Kasus Perusakan Polsek Ciracas Terancam 10 Tahun Penjara

Sebar Berita Bohong, Prada Muhammad Ilham di Kasus Penyerangan Polsek Ciracas Terancam 10 Tahun Penjara.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Korban penyerangan Polsek Ciracas, Wahyu (47) saat berbincang dengan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Prada Muhammad Ilham didakwa pertama kali dalam kasus penyerangan dan perusakan Polsek Ciracas, Jakarta Timur, Agustus tahun lalu.

Ia terancam pidana penjara 10 tahun karena kabar bohong yang disebarnya, memicu anggota TNI lainnya menyerang dan merusak Polsek Ciracas.

Pengadilan Militer II-08 Jakarta menyidangkan pertama Prada Muhammad Ilham pada pukul 09.00 WIB, Kamis (14/1/2021).

Total ada 77 anggota TNI dari tiga Matra yang menjalani sidang kasus penyerangan dan perusakan Polsek Ciracas.

Mereka jadi terdakwa setelah penyidik Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI melimpahkan berkas perkara ke Oditurat Militer II-07.

Kepala Oditurat II-07 Jakarta Kolonel Sus Faryatno Situmorang menjelaskan alasan Prada Muhammad Ilham pertama menjalani sidang  dakwaan.

"Sidang dimulai pukul 09.00 WIB," kata Situmorang saat dikonfirmasi di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (14/1/2021).

Prada Muhammad Ilham paling pertama menjalani sidang karena saat proses penyidikan berkas perkaranya lebih dulu dilimpahkan ke Pengadilan Militer.

Dia disangka pasal 14 ayat 1, jo ayat 2 UU Nomor 1 tahun 1948 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved