Breaking News:

Kisah Mario yang Sukses Barter Tanaman Hias dengan Rumah Rp 500 Juta

Mario merupakan warga Sawangan, Kota Depok, yang viral di sosial media usai melakukan transaksi barter 200 pot tanaman hias miliknya dengan rumah

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Mario (40) warga Sawangan, Depok, yang menerima barter satu unit rumah dengan 200 pot tanaman hias miliknya saat dijumpai TribunJakarta.com di kediamannya, Sabtu (16/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWANGAN – Dibalik kesuksesan Mario (40) mendapatkan satu unit rumah dari hasil penjualan tanamannya, terselip kisah duka perjuangannya yang bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang.

Untuk informasi, Mario merupakan warga Sawangan, Kota Depok, yang viral di sosial media usai melakukan transaksi barter 200 pot tanaman hias miliknya dengan satu unit rumah milik Hidmat Syamsudin seharga Rp 500 juta di daerah Garut, Jawa Barat.

Diwartakan sebelumnya, Mario sendiri mulai menggeluti dunia tanaman hias sejak tahun 2007 silam.

Namun saat itu, dirinya hanya mengoleksi dan tidak memperniagakan tanaman hiasnya tersebut.

Ketika pandemi Covid-19 mulai mewabah di Indonesia, gairah Mario bermain tanaman hias pun kembali bergejolak, hingga tak terasa diri nya sudah memiliki sekira 500 pot tanaman hias yang terdiri dari jenis aroid hingga yang standar.

Dijumpai TribunJakarta.com di kediamannya, Mario mengaku duka dalam perjuangannya bergelut di bisnis tanaman hias adalah ketika dirinya tertipu disaat membeli atau menjual tanamannya.

“Pernah (tertipu). Waktu itu saya beli tanaman, di fotonya bagus kan. Pas sampai ternyata dipotong gitu bonggolnya. Beberapa kali pernah sih kejadian gitu,” tuturnya, Sabtu (16/1/2021).

Baca juga: Kesedihan Ibunda Isti Yudha Prastika, Korban Sriwijaya Air Saat Pemakaman: Kasihan Adik Sendirian

Baca juga: Anggota DPRD DKI Merasakan Kantuk Usai Divaksin Sinovac

Baca juga: Jasa Raharja Serahkan Santunan Ke-17 Keluarga Korban Sriwijaya Air

Tak hanya disitu, penipuan juga ia alami saat mengirim tanamannya pada pembeli di daerah Sulawesi.

Saat itu, Mario mengatakan sudah mengirim tanaman hiasnya ke daerah Sulawesi menggunakan uangnya pribadi, hingga enam hari berselang tanaman hias yang dikirimnya pun tiba di tangan si pembeli tersebut.

“Tapi pas tanamannya sudah datang, dia (pembeli) malah cancel. Akhirnya dibalikin lagi pakai uang saya juga. Pengiriman baliknya itu enam hari juga. Jadi total 12 hari. Pas tanamannya balik lagi itu kondisinya sudah jelek, akhirnya layu, kering, dan mati,” ungkapnya.

Beberapa kisah duka lainnya pun telah dialami oleh Mario. Akan tetapi, hal itu tak mampu menyurutkan semangatnya di bisnis tanaman hias.

Semua hal buruk yang ia alami dalam menggeluti bidang tanaman hias pun dijadikan pelajaran. Hingga tanaman hiasnya pun tumbuh dengan baik dan dilirik oleh Himdat Syamsudin yang rela barter rumahnya dengan 200 pot tanaman hias milik Mario.

“Semuanya itu akan menghasilkan, akan bagus di kemudian hari, jika orang itu konsisten, fokus, dan dia semangat. Kalau semuanya main-main, mungkin kan beda, semua apa pun usaha kita terutama di tanaman, itu fokus saja. Semangat, karena akan dari tanaman itu akan berbalik ke kita,” pungkasnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved