Ada Relief Bersejarah di Gedung Sarinah, Tim Ahli Cagar Budaya Ungkap Beberapa Kerusakan
Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) sempat melihat relief bersejarah di Gedung Sarinah, ada bagian relief yang sudah rusak.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) sempat melihat relief bersejarah di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, pada Mei hingga Oktober 2020.
Anggota TACB, Candrian Attahiyat, mengatakan kunjungannya itu berdasarkan undangan dari pihak Gedung Sarinah yang memintanya untuk melihat-lihat relief tersebut.
Dia mengatakan, ada bagian relief yang rusak.
"Saya amati ada beberapa luka (di relief). Maksudnya tuh kerusakan, itu ada pada tangan yang rusak di sosok tangan (relief) petani sampai terlihat beton tulangnya," kata Candrian, saat dihubungi Wartawan, Senin (18/1/2021).
"Lantas juga ada beberapa cat, tapi itu masih bisa kita toleransi dan diperbaiki," lanjutnya.
Namun, kata dia, ada satu relief yang sangat mengganggu pandangannya, yakni patung sosok petani.
"Ada satu lagi yang sangat mengganggu, ada satu patung besar petaninya itu sebagian wajah dan badannya itu, jadi ada pertemuan dengan sudut tembok," ujar Candrian.
Baca juga: Rekan Dikeroyok di Kebayoran Lama, Puluhan Driver Ojol Datangi Tempat Ini, Buru Pengendara Fortuner
Baca juga: Operasi SAR Sriwijaya Air SJ-182 Kembali Diperpanjang, Berlangsung Hingga 21 Januari 2021
Dia menilai, kerusakan tersebut diduga karena kelalaian petugas operasional Gedung Sarinah.
"Kerusakan karena faktor usia itu tidak mungkin, karena lokasinya terlindungi di ruang tertutup. Tetapi ada faktor ketidakpahaman, ketika membuat tempat itu menjadi ruang mesin sehingga sebagian wajah dan tubuhnya itu tertempel tembok," tuturnya.
Mungkin juga, kata dia, rusaknya patung tersebut karena aktivitas pembangunan Gedung Sarinah pada 1984-an.
“Mungkin juga patahnya dari tangan petani itu karena aktivitas operasional mekanik di sana,” tambahnya.
Baca juga: Heran Wajahnya Disebut Pucat, Wali Kota Airin Perlihatkan Ini 4 Hari setelah Terima Vaksin Covid-19
Berdasarkan data TACB, lanjut Candrian, ada belasan sosok nelayan, perempuan, petani, hingga kekayaan hasil bumi yang ada di relief tersebut.
Namun, Candrian tak ingat jumlah patungnya karena saat itu lokasinya cukup sempit dan masih dipenuhi tempat perkantoran.
Candrian hanya mengingat celah untuk masuk ke ruangan adanya relief itu sangat selebar 50 sentimeter.