Virus Corona di Indonesia

Gubernur Jawa Barat Sebut Tingkat Kepatuhan Protokol Kesehatan di Depok Masih Rendah

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyebut Kota Depok masih rendah tingkat kepatuhannya dalam hal menerapkan protokol kesehatan Covid-19

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat memberikan hibah perahu di Situ Rawa Besar, Pancoran Mas, Rabu (2/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyebut Kota Depok masih rendah tingkat kepatuhannya dalam hal menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Bersama dengan Kota Tasikmalaya di Provinsi Jawa Barat, kepatuhan warga Kota Depok dalam hal menjaga jarak hingga menggunakan masker dinilai masih rendah oleh pria yang akrab disapa Kang Emil ini.

Menanggapi hak tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny, mengatakan, pihaknya akan mengkonfirmasi terkait pernyataan ini.

"Untuk itu saya masih belum konfirmasi, nanti saya akan konfirmasi datanya darimana. Apakah data dari yang kami sampaikan atau data real di lapangan atau sepeti apa," tutur Lienda dikonfirmasi wartawan, Selasa (19/1/2021).

Lienda menerangkan, pelanggaran terhadap protokol kesehatan yang masih banyak ditemukan pihaknya memang pelanggaran terhadap penggunaan masker.

Namun demikian, pelanggaran ini dominan terjadi di pemukiman penduduk.

"Pelanggaran masker dominan masker. Kalau di jalan raya ini tidak terlalu banyak. Dominan ada di perumahan pemukiman perkampungan," tuturnya.

Baca juga: Cuaca Buruk, Kapal Basarnas KN Wisnu dan Kapal Ditjen Hubla Berbenturan di Perairan Pulau Seribu

Baca juga: Jenazah Kapten Didik Gunardi akan Dikebumikan di Pekalongan

Baca juga: 6 Fakta Komplotan Pemalsu Surat Bebas Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta

"Kalau disini (jalan raya) tingkat kepatuhan tinggi dan pakai masker. Tapi kalai di perkampungan mereka selalu alasan saya cuma kesitu, cuma ke warung. Padahal yang seharusnya didorong adalah tingkat kesadaran bukan semata gakum," timpalnya lagi.

Lienda menegaskan, segala bentuk penegakan protokol kesehatan akan percuma bilamana kesadaran masyarakat masih rendah akan hal itu.

"Akan percuma kalau masyarakat tidak teredukasi, yang harus kita lakukan adalah ketika kita sosialisasi edukasi lalu apa dampaknya? Apakah sudah merubah tingkat kepatuhan atau perilaku," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved