Breaking News:

HMI MPO Yakin Komjen Listyo Sigit Prabowo Akan Jadikan Polri Lebih Humanis

sosok Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri bisa merangkul kelompok yang selama ini dianggap berseberangan dengan Pemerintah

Istimewa/dokumentasi acara
Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo. Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mendapat penghargaan Top 10 Most Outstanding People. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Umum HMI MPO Cabang Jakarta Lucky Mahendra Adi Yudha mengatakan, calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) ke depan harus merangkul seluruh elemen masyarakat dan tidak membeda-bedakan karena berbeda kepentingan politik.

"Untuk kelompok yang selama ini dianggap kritis, Polri harus lebih persuasif dan mengayomi. Tudingan kriminalisasi Ulama atau tidak berpihak terhadap Umat Islam selama ini harus dijawab dengan Polri yang independen dan dekat dengan rakyat," kata Lucky dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/1/2021).

Lucky menilai, sosok Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri bisa merangkul kelompok yang selama ini dianggap berseberangan dengan Pemerintah.

"Beliau pernah membuktikan ketika awal-awal menjadi Kapolda Banten juga banyak penolakan dari MUI dan Ulama-Ulama. Namun lambat laun dengan pendekatan yang tepat, hingga saat ini hubungan baik dengan Ulama tetap terjaga. Bahkan banyak Ulama Banten mendukungnya menjadi Kapolri," tuturnya.

Belajar dari pengalaman, lanjut Lucky, Polri sebagai aparat penegak hukum selalu dibenturkan oleh segelintir kelompok dengan tudingan Polri represif, pelanggar HAM, kriminalisasi Ulama dan anti-Islam.

"Wajar saja, sebagai alat Negara, Polri bertugas menegakkan hukum dan memberikan keamanan serta ketertiban di masyarakat. Negara memang jangan kalah dengan kelompok yang selalu merongrong Pancasila dan persatuan nasional. Tapi, Polri ke depan bisa instropeksi diri agar lebih humanis dan mendahulukan dialog ketimbang represif," ujarnya.

Baca juga: Profil Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang Diajukan Presiden Jokowi Jadi Calon Tunggal Kapolri

Baca juga: Calon Tunggal Kapolri, Ini Karir Komjen Listyo Sigit Prabowo, Pernah Jadi Orang Kepercayaan Jokowi

Perawakan Komjen Listyo yang kalem dan tenang, tambah Lucky, sebagai pemimpin Polri semoga saja bisa mengubah citra Polri yang dianggap represif dan pelanggar HAM.

"Ke depan, jika ada aksi-aksi mahasiswa, buruh dan elemen masyarakat lain, diharapkan lebih mengedepankan dialog dan cipta kondisi dengan pendekatan persuasif. Memang serba salah dalam menghadapi dinamika di lapangan, dimana massa aksi yang anarkis dan brutal, namun tetap saja, Polri kerap disorot jika melakukan tindakan represif. Beda halnya jika ada Anggota Polri yang mengalami kekerasan, kerap terabaikan," paparnya.

Karena itu, sambung Lucky, Kapolri ke depan harus memikirkan bagaimana penanganan aksi demonstrasi, kemudian juga bagaimana menindak para pelaku kejahatan sosial media.

"UU ITE harus lebih bijak diterapkan. Perbanyak dialog, duduk bersama. Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Kita sesama Bangsa Indonesia, lahir dan besar di Tanah Air yang sama. Mari kita jaga Republik ini dengan peran masing-masing," ucap Lucky.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved