Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Tim DVI Sudah Terima 310 Kantong Jenazah dan 250 Kantong Properti Korban Sriwijaya Air

Komandan DVI Pusdokkes Polri Kombes Hery Wijatmoko mengatakan hingga Selasa (19/1) pukul 09.00 WIB tercatat pihaknya menerima 310 kantong jenazah

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak depan ruang Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati lokasi penyerahan jenazah, Jakarta Timur, Senin (18/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Jumlah kantong jenazah dan kantong properti yang diterima posko postmortem (setelah kematian) Tim Disaster Victim Identification (DVI) terus bertambah.

Komandan DVI Pusdokkes Polri Kombes Hery Wijatmoko mengatakan hingga Selasa (19/1) pukul 09.00 WIB tercatat pihaknya menerima 310 kantong jenazah.

"Kemudian properti yang kami terima sampai saat ini sebanyak 250 kantong. Jadi tambahan keterangan properti ini data pendukung untuk analisa pemriksaan," kata Hery di RS Polri Kramat Jati, Selasa (19/1/2021).

Bila dibanding pada Senin (18/1) terdapat penambahan dua kantong jenazah yang berisi bagian tubuh jenazah korban Sriwijaya Air SJ-182.

Sementara pada kantong properti berisi barang pribadi korban yang merupakan data tambahan untuk identifikasi terdapat penambahan 106 kantong.

"Total sampel DNA yang kami lakukan pemeriksaan sekarang sudah mencapai 438 sampel, 293 terdiri dari sampel postmortem dan 145 dari keluarga," ujarnya.

Baca juga: Cerita Pemulung di Pondok Labu: Selain Mengais Sampah, Raup Untung dari Tangan Dermawan

Baca juga: Borong 2 Gol Saat AC Milan Kalahkan Cagliari, Zlatan Ibrahimovic Dimotivasi Para Pemain Muda

Bila dibanding pada Senin (18/1) sampel tidak terdapat penambahan sampel DNA, sampel DNA dari 62 pihak keluarga korban Sriwijaya Air SJ-182 sudah lengkap.

Namun Tim DVI membutuhkan bagian tubuh jenazah korban Sriwijaya Air untuk mengambil sampel DNA dengan cara diekstrak lewat uji laboratorium.

Tiga parameter dalam identifikasi DVI lewat sidik jari, gigi, dan DNA, caranya dengan mencocokan data antemortem (sebelum kematian) dengan postmortem.

Hingga Selasa (19/1) pukul 09.00 WIB Tim DVI berhasil mengidentifikasi 34 jenazah korban Sriwijaya Air SJ-182 lewat pencocokan data sidik jari dan sampel DNA.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved