Breaking News:

Khawatir Kondisi Kejiwaan Aisyah, Dokter RLC Akan Batasi Penggunaan Ponsel

Koordinator Rumah Lawan Covid-19 (RLC) Tangerang Selatan (Tangsel), Suhara Manullang, mengkhawatirkan kondisi kejiwaan Aisyah Allisa (10).

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Aisyah di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel, Ciater, Serpong, Selasa (19/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Koordinator Rumah Lawan Covid-19 (RLC) Tangerang Selatan (Tangsel), Suhara Manullang, mengkhawatirkan kondisi kejiwaan Aisyah Allisa (10).

Diketahui, kisah Aisyah yang menjadi sebatang kara karena sang ibu, Rina (44), meninggal akibat terpapar Covid-19 viral setelah diberitakan banyak media.

Sang ayah, sudah sejak delapan tahun lalu meninggal dunia.

Kini, Aisyah ikut terjangkit virus ganas itu, dan sedang menjalani karantina di Rumah Lawan Covid-19, Ciater, Serpong, Tangsel, sejak Minggu (17/1/2021).

Perkara Aisyah yang viral, menjadi sorotan Suhara.

Pasalnya, banyak pihak yang menghubungi ponsel Aisyah untuk berbagai keperluan.

Suhara khawatir, ada yang mengeksploitasi Aisyah dengan kedok mengatasnamakan kelompok atau organisasi tertentu. 

"Maksudnya gini, khawatir kan memanfaatkan kondisi Aisyah, mohon maaf ya, kan ada juga kelompok-kelompok tertentu, ya kalau secara tulus memberi bantuan ya silakan saja gitu, tapi kalau nanti mengatasnamakan, itu yang jangan juga gitu."

"Kalau saya kan tidak masuk ke hal itu ya, tetapi kami membahas untuk tadi, tidak menjadi bahan yang tadi itu," papar Suhara, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Pedagang Daging Sapi di Pasar Anyar Tangerang Mogok Jualan

Baca juga: Komentar Kubu Rizieq Shihab Terkait Gelar Perkara Kasus Kerumunan Raffi Ahmad

Suhara mengatkan, pihaknya akan membatasi penggunaan ponsel Aisyah.

Suhara akan berkoordinasi dengan psikolog untuk penanganan yang tepat.

"Mungkin saya mau ke Aisyahnya supaya HPnya ini jangan sampai juga diaktifkan, karena bertubi-tubi berbagai info kan kasihan juga. Saya bersama psikolog ini nanti bagaimana nih supaya dia hanya kontak denhan kami saja," ujarnya.

Suhara yang juga seorang dokter itu tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi kesehatan Aisyah. Namun jika telepon dan pesan terus berdatangan ke Aisyah dan mengingatkannya akan ibunya terus-menerus, maka kondisi psikisnya bisa terganggu.

"Karena khawatir beliau kan bingung kan, ya namanya anak-anak mungkin tidak terlalu ke Covid-19nya tidak terlalu stres tapi ya mikirin ibunya meninggal ada dampak juga. Kemudian bertubi-tubi tuh yang bicara atas nama apa gitu kan. Nanti kita cegah itu, ya kita kawal ketat secara psikologis," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved