Dirancang Tempuh Berbagai Lintasan, Harga Sepeda Gunung Pacific Aquila 2.0 Masih Pas di Kantong
Hobi gowes di akhir pekan? sepeda gunung Pacific Aquila 2.0 bisa jadi pilihan kamu.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Hobi gowes di akhir pekan? sepeda gunung Pacific Aquila 2.0 bisa jadi pilihan kamu.
Sepeda gunung Pacific Aquila 2.0 dirancang untuk menempuh berbagai lintasan, termasuk off road ringan.
Sebagai sepeda gunung, Pacific Aquila 2.0 termasuk dalam jajaran full suspension.
Artinya sepeda tersebut disematkan dua suspensi yang membuatnya tetap nyaman ketika melintasi berbagai jenis lintasan.
Harga sepeda gunung yang punya nama Pacific Aquila 2.0 ini dibanderol lumayan terjangkau loh.
Diketahui terdapat dua suspensi di bagian depan dan di bagian frame yang terletak di tengah.
Menariknya, frame atau rangka tersebut juga sudah menggunakan material tau bahan alloy sehingga ringan dan kuat.
Sepeda gunung Pacific Aquila 2.0 juga sudah menggunakan shifter Shimano SL-M315 2x8 speed.
Sementara dari segi pengereman, sepeda gunung Pacific Aquila 2.0 juga sudah menggunakan Shimano MT-200 Hydraulic Disc Brake.
Dengan jenis rem yang cakram ini membuat pengeremannya memiliki respon yang cepat.
Secara keseluruhan, sepeda gunung Pacific Aquila 2.0 bisa memberikan pengalaman terbaik untuk melewati berbagai lintasan.
Dari segi penampilan, sepeda gunung Pacific Aquila 2.0 juga memiliki penampilan yang meyakinkan.
Bagaimana? Apakah Anda tertarik dengan sepeda gunung Pacific Aquila 2.0?
Berikut harga sepeda gunung Pacific Aquila 2.0:

- Pacific Aquila 2.0 - Rp 5.700.000
Tidak terlalu mahal, Anda sudah bisa membawa pulang sepeda gunung Pacific Aquila 2.0. Tertarik?
Perlu diketahui, harga sepeda gunung di atas bersumber dari situs resmi Pacific Indonesia.
Serta jangan lupa, stok dan harga sepeda sewaktu-waktu bisa berubah ya.
Intip toko atau sepeda di kota terdekat Anda untuk mengecek ketersediannya.
Atau bisa juga cek situs resmi Pacific Indonesia hingga lewat aplikasi e-commerce favorit.
Jumlah Pesepeda Naik 4 Persen Saat PPKM di Ibu Kota

Sepeda menjadi moda transportasi yang semakin digemari masyarakat Jakarta di masa pandemi Covid-19.
Masyarakat tampaknya mulai beralih dari kendaraan bermotor ke moda transportasi bebas emisi ini.
Hal ini terlihat dari melonjaknya angka pengguna sepeda selama sepekan penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di ibu kota.
"Dibandingkan enam hari terakhir saat penerapan masa transisi, volume lalu lintas sepeda mengalami peningkatan 4,01 persen," ucap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Senin (18/1/2021).
Peningkatkan jumlah pengguna sepeda ini berbanding terbalik dengan volume kendaraan bermotor yang melintas di jalan-jalan ibu kota.
Dalam sepekan penerapan PPKM di DKI, Dishub mencatat, volume lalu lintas kendaraan bermotor mengalami penurunan hingga 4,32 persen.
Kemudian, pengguna moda transportasi umum perkotaan, seperti Transjakarta, MRT, LRT, hingga JakLingko juga turun dibandingkan saat PSBB masa transisi.
"Jumlah penumpang harian angkutan umum perkotaan pada PPKM adalah 724.560 penumpang per hari," ujarnya.
Baca juga: Kasus Raffi Ahmad Hadiri Pesta Setelah Divaksin Covid-19 Dihentikan, Ini Penjelasan Lengkap Polisi
Baca juga: Simak Sinopsis Ikatan Cinta Kamis, 21 Januari 2021: Andin Meyakinkan Aldebaran Soal Pembunuh Nino?
Baca juga: 5 Obat Tradisional Berkhasiat Atasi Keputihan Secara Alami, Catat Bahan-bahannya!
Angka ini turun 3,52 persen dibandingkan sebelumnya, dimana saat PSBB masa transisi jumlah penumpang mencapai 751.560 setiap harinya.
Kemudian, jumlah penumpang angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) juga mengalami penurunan selama sepekan penerapan PPKM.
Bahkan, jumlah penumpang bus AKAP anjlok hingga 25,86 persen dibandingkan pada saat PSBB masa transisi.
"Jumlah penumpang harian angkutan AKAP pada PPKM adalah 4.469 penumpang per hari," kata Syafrin Liputo.
"Sedangkan, saat PSBB Masa Transisi II ada 6.028 penumpang setiap harinya," tambahnya menjelaskan. (TribunJakarta.com/Kontan.co.id)
Artikel Ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Daftar harga sepeda gunung Polygon Premier Januari 2021, jagoan di kelas menengah