Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Gulung Tikar karena Pandemi Covid-19, Pengusaha Travel Haji dan Umrah Singgung Peran Pemerintah

Pandemi Covid-19 yang membuat pembatasan keberangkatan jemaah haji dan umrah membuat pelaku usaha travel haji dan umrah kelabakan.

ISTIMEWA
Pengurus Gabungan Perusahaan Haji, Umrah dan Wisata Halal Nusantara (GAPHURA) di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (21/1/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Pandemi Covid-19 yang membuat pembatasan keberangkatan jemaah haji dan umrah membuat pelaku usaha travel haji dan umrah kelabakan.

M. Chosnan Fauzi selaku Pengusaha Travel Musafir Lintas Sahara mengatakan hingga kini sudah banyak pelaku usaha travel haji dan umrah gulung tikar.

"Karena Pemerintah Arab Saudi masih membuat peraturan yang diperbolehkan berangkat haji dan umrah itu minimal umur 18 tahun dan maksimal 50 tahun. Itu yang menjadi kesulitan kami pengusaha," kata Fauzi di Jakarta Timur, Kamis (21/1/2021).

Guna mensisati usaha agar tetap bertahan di masa pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda segera berakhir, 33 pelaku usaha travel haji dan umrah membentuk wadah organisasi.

Yakni Gabungan Perusahaan Haji, Umrah dan Wisata Halal Nusantara (GAPHURA) yang rencananya memberangkatkan rombongan Umrah pada akhir Januari 2021.

"Dalam pelaksanaannya penyelenggaraan haji, umrah dan wisata halal mengadopsi prosedur baru clean, health, safety. Protokol CHS ini akan membiasakan baru prosedur perjalanan lebih ketat," ujarnya.

Lalu wajib tes PCR dan masa isolasi sebelum dan setiba perjalanan, serta menggunakan transaksi elektronik guna mencegah kontak langsung.

Baca juga: Aksi Sulaeman Curi Kambing di Setiabudi Dipergoki Pemilik, Tertangkap Lalu Dibacok hingga Tewas

Baca juga: Setelah 13 Hari Berlangsung, Operasi SAR Sriwijaya Air SJ-182 Resmi Ditutup

Namun Ketua Dewan Pembina GAPHURA Baluki Ahmad menuturkan pihaknya mengharapkan peran pemerintah agar usaha travel haji dan umrah bisa bertahan.

"Kita belum ada perhatian apa pun dari pemerintah, kita tidak dapat stimulus apa pun. Seyognya pemerintah memperhatikan kita karena penyelenggaraan umrah dan haji ratusan triliun. Itu tidak akan terkumpul kalau tidak melalui kami," tutur Baluki.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved