Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Kakak Beradik Korban Kecelakaan Sriwijaya Air Dimakamkan Berdampingan di TPU Tanah Kusir

Para pelayat belum terlihat di tempat pemakaman. Namun, tenda untuk para pelayat sudah didirikan.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Makam yang dipersiapkan untuk jenazah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air, Faisal Rahman, sudah rampung digali di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (21/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Jenazah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Faisal Rahman, akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (21/1/2021).

Pantauan TribunJakarta.com pukul 11.55, makam untuk Faisal Rahman telah rampung digali.

"Jenazahnya sedang dalam perjalanan dari RS Polri," kata Kasatpel Zona 14 TPU Tanah Kusir, Gunawan, di lokasi.

Para pelayat belum terlihat di tempat pemakaman. Namun, tenda untuk para pelayat sudah didirikan.

Makam Faisal Rahman berdampingan dengan makam kakak kandungnya Asy Habul Yamin, yang juga menjadi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Jenazah Faisal Rahman berhasil diidetifikasi Tim DVI Polri pada Selasa (19/1/2021).

Jenazahnya dapat diidentifikasi melalui pencocokkan DNA. Jenazah sang kakak, Asy Habul Yamin, sudah lebih teridentifikasi.

Nama keduanya ada di dalam manifest penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Pesawat tersebut dinyatakan jatuh di perairan Pulau Laki, kawasan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB.

Faisal Rahman dan Asy Habul Yamin datang ke Jakarta untuk berbelanja barang dagangan.

"Sebenarnya almarhum memang berdagang di Sintang, Kalimantan Barat. Ke Jakarta sini dalam rangka keperluan belanja lah, belanja barang dagangan," ungkap dia.

Menurutnya, ini bukan pertama kalinua Asy Habul dan Faisal Rahman berkunjung ke Jakarta dalam rangka berbelanja barang dagangan.

"Mereka memang rutinitas kalau belanja barang dagangan. Belanja ke Jakarta terus balik lagi ke Pontianak," ujar Sandra.

"Di sana kan ada usaha dagang pakaian, jadi abang sama adik ipar saya ini memang berdagang," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved