Antisipasi Virus Corona di DKI

Kisah Haru Para Penggali Makam Covid-19 di TPU Srengseng Sawah: Kami Ikhlas, Ini Ibadah

Para penggali makam tak kenal letih menggali pusara untuk jenazah Covid-19. Bagi mereka, tugas memakamkan jenazah Covid-19 adalah sebuah ibadah.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Rabu (20/1/2021). Pengerukan dibantu dengan alat berat ekskavator. Para penggali makam tak kenal letih menggali pusara untuk jenazah Covid-19. Bagi mereka, tugas memakamkan jenazah Covid-19 adalah sebuah ibadah. 

Saat itu, Yanto bertugas sebagai pembawa peti jenazah berukuran 2,2 meter. Kemarin, ia bertugas sebagai penggali makam.

"Setiap hari selang-seling tugasnya," tambahnya.

Bila bertugas sebagai tukang gali makam, ia harus bekerja sebaik mungkin agar tidak mengecewakan ahli waris ataupun pihak keluarga.

Baca juga: Tampung Jenazah Covid-19, TPU Bambu Apus Buka Lahan 3.000 Meter Persegi

"Kita rapihkan makam sebaik mungkin, supaya keluarga mereka enggak kecewa. Sudah dimakamkan dalam kondisi seperti ini jangan dibikin kecewa lagi," jelasnya.

Ade (44), petugas makam dari TPU Tanah Kusir, juga sependapat dengan Yanto.

Ia, yang ditugaskan di TPU Srengseng Sawah, menganggap tugas yang dilakukannya ini adalah sebuah ibadah.

Namun, Ade memohon doa agar para petugas makam selalu dilindungi dari Covid-19.

"Ini ibadah. Kalau kita semua (petugas makam) kena semua, siapa yang mau makamin lagi?" tambahnya.

Petugas makam, Ade (berdiri) tengah beristirahat usai menggotong jenazah Covid 19 di TPU Srengseng Sawah pada Rabu (20/1/2021).
Petugas makam, Ade (berdiri) tengah beristirahat usai menggotong jenazah Covid 19 di TPU Srengseng Sawah pada Rabu (20/1/2021). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Kerja sampai malam

Para penggali makam juga harus merelakan waktu pulang tak seperti hari-hari biasanya. 

Sebab, mobil ambulans pembawa peti jenazah silih berganti datang ke tempat pusara tak kenal waktu.

Biasanya mereka baru bisa pulang sekira pukul 22.00 WIB.

"Karena mobil ambulans yang datang kan bukan hanya bawa jenazah dari Jakarta Selatan saja, tapi seluruh Jakarta," lanjut Yanto.

Baca juga: Unggul di Medan Off-Road, Ini Daftar Harga Sepeda Gunung Polygon Premier Januari 2021

Suryadi Yahya (46) petugas pusara lainnya mengatakan pendapat senada.

Tenaga mereka juga terkuras lantaran jenazah terus berdatangan sejak pagi hingga malam hari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved