Antisipasi Virus Corona di DKI
Krisis Lahan Makam, PDIP Mewanti-wanti Anies: Jangan Sampai Jenazah Covid-19 Tidak Tertampung
Gembong mengingatkan Pemprov DKI Jakarta kewajibannya memenuhi seluruh kebutuhan warganya, termasuk soal lahan pemakaman khusus Covid-19
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta telah membeli lahan baru di lima lokasi yang nantinya bakal digunakan sebagai tempat pemakaman jenazah menggunakan protap Covid-19.
Lima lokasi itu berada di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur; TPU Dukuh, Jakarta Timur; TPU Semper, Jakarta Utara; TPU Joglo, Jakarta Barat; dan TPU Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.
Meski demikian, nyatanya DKI Jakarta tak juga keluar dari masalah krisis lahan pemakaman yang kini tengah dihadapi.
Pasalnya, lahan yang telah dibeli itu tidak dibuka secara bersama. Proses pembukaannya pun dilakukan secara perlahan.
Sedangkan, pemakaman menggunakan protap Covid-19 setiap harinya terus bertambah.
Dari lima lokasi tersebut, pembukaan lahan pemakaman dengan protap Covid-19 baru dilakukan di dua tempat, yaitu di TPU Srengseng Sawah dan TPU Bambu Apus.
Namun, TPU Srengseng Sawah hanya bertahan 11 hari sejak dibuka pada 12 Januari 2021 lalu lantaran 560 petak makam yang disediakan sudah penuh.
Lahan seluas 1,2 hektar yang berada tak jauh dari lokasi TPU Srengseng Sawah ini pun kini tengah disiapkan sebagai lokasi pemakaman menggunakan protap Covid-19.
Pemakaman Covid-19 pun saat ini dialihkan ke TPU Bambu Apus yang memiliki luas 3.000 meter persegi dan diperkirakan mampu menampung 700 jenazah.
TPU Bambu Apus ini baru dibuka pada Kamis (21/1/2021) saat TPU Srengseng Sawah sudah hampir penuh.
Terkait kebijakan Pemprov DKI yang membuka lahan pemakaman secara perlahan, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono buka suara.
Ia mewanti-wanti dan mengingatkan Pemprov DKI Jakarta kewajibannya memenuhi seluruh kebutuhan warganya, termasuk soal lahan pemakaman khusus Covid-19
"Saya kira ini soal kebijakan saja. Tapi, yang terpenting adalah bahwa korban Covid-19 bisa tertangani dengan baik," ucapny, Sabtu (23/1/2021).
Gembong mengatakan, sampai saat ini memang belum ada laporan dari warga yang kesulitan mencari lahan pemakaman khusus Covid-19.
Baca juga: Pesan Vanessa Angel Kepada Bibi Agar Pake Daster hingga Kangen Anjing di Rumah
Baca juga: Jaket Utuh Yumna Diantara Badan Pesawat yang Hancur, Momen Terakhir Ratih Windania Dikenang Kakak
Baca juga: Satpol PP Kota Bekasi Grebek Muda-mudi Asyik Mesum di WC Rooftop Stadion Patriot
Meski demikian, Pemprov DKI harus terus memantau jumlah pemakaman dengan protap Covid-19 agar tak ada jenazah korban yang terbengkalai.
"Yang terpenting jangan sampai ada warga terkena Covid-19 tidak tertampung dan menjadi persoalan," ujarnya saat dihubungi.
"Tapi, sampai hari ini kan semuanya bisa tertangani dengan baik," tambahnya menjelaskan.