Beredar Informasi Pesawat Jatuh di Bandara Pondok Cabe, Ternyata Hoaks, Ini Fakta Sebenarnya
Beredar video kebakaran di landasan Bandara Pondok Cabe, Pamulang, Tangsel, dengan narasi pesawat jatuh. Ternyata ini fakta sebenarnya.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Septiana

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Beredar video kebakaran di landasan Bandara Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) dengan narasi Pesawat jatuh.
Video berdurasi 22 detik itu merekam aktivitas petugas pemadam kebakaran (Damkar) sedang memadamkan api yang membumbung di dalam bandara.
Sementara, si perekam merekamnya dari luar bandara, seperti sambil menaiki kendaraan melintasi Jalan Raya Pondok Cabe.
Narasi si perekam membuat kesimpulan bahwa api berasal dari pesawat yang jatuh terjun bebas.
"Nih kebakaran pesawat di Lapangan Pondok Cabe yang jatuh saat terjun bebas, waduh, waduh, waduh," ujar suara dalam video.
Video itu beredar di aplikasi pesan singkat, pun du media sosial, pada Minggu (24/1/2021).
Melihat viralnya video tersebut, Airport Rescue and Firefighter (ARFF) Pondok Cabe, memberikan keterangan resmi bahwa narasi video tersebut hoaks atau tidak benar.
Baca juga: 198 Tenaga Kesehatan Kota Tangerang Sudah Divaksin Covid-19, Berlanjut Besok di Puskesmas
Pemadaman itu hanya latihan rutin ARFF agar siap ketika terjadi kebakaran atau kecelakaan pesawat.
"Jelas hoaks," kata Team Leader ARFF Pondok Cabe, Yogi saat dihubungi TribunJakarta.com.
Yogi mengatakan, pihaknya rutin menggelar latihan pemadaman kebakaran setiap minggu.
"Unit ARFF adalah Airport Rescue dan Firefighter yang mempunyai tugas utama menyelamatkan jiwa dan harta benda. Ada tiga tugas pokok meliputi operasi maintenance dan latihan Unit ARFF pada saat itu sedang melakukan latihan pemadaman dan mengunakan media api, itu sudah menjadi agenda mingguan," jelas Yogi.
Baca juga: Nadiem Bocorkan Profesi Baru yang Bisa Digeluti Masyarakat: Bisa Jadi Youtuber hingga Influencer
Yogi menyayangkan si perekam video yang langsung menyimpulkan bahwa api disebabkan karena pesawat jatuh.
"Kami tidak menyalahkan 100% oknum tersebut, tapi menyayangkan atas kurang bijaknya dalam membagikan informasi," pungkasnya.