Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Selama Pandemi Covid-19, Setiap Hari 190 Jenazah yang Dimakamkan di DKI Jakarta

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Suzi Marsitawati mengatakan, jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan masa sebelum pandemi.

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Suasana di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (14/10/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta mencatat, sebanyak 190 jenazah dimakamkan selama masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Suzi Marsitawati mengatakan, jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan masa sebelum pandemi.

"Kami memakamkan protap Covid-19 itu kurang lebih sehari 100. Non Covid-19 kita memakamkan sekitar 90 orang. Jadi ada 190 orang yang harus kami makamkan," ucapnya, Senin (25/1/2021).

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini mengakui, tingkat kematian Covid-19 semakin mengkhawatirkan dalam beberapa hari terakhir.

Beberapa lahan yang telah disiapkan untuk pemakaman khusus Covid-19, seperti di TPU Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur pun kini sudah penuh.

Bahkan, lahan pemakaman yang baru di TPU Srengseng Sawah penuh hanya dalam waktu 11 hari setelah dibuka pada 12 Januari lalu.

"Kami tetap mengupayakan (pembukaan lahan baru). Sekarang kami buka lagi (di Srengseng Sawah) itu 600 dan sudah mau selesai," ujarnya di Balai Kota Jakarta.

Guna menekan angka kematian, Suzi meminta masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Tujuannya agar penyebaran kasus Covid-19 bisa ditekan sehingga otomatis angka kematian terus menurun.

"Jadi tolong yang sekarang harus disampaikan tuh supaya tetap masyarakat patuhi protokol kesehatan, supaya jangan terjadi kematian tiap hari," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota membeli lahan baru di lima lokasi untuk mengatasi krisis makam di ibu kota.

Kelima lokasi itu berada di daerah Srengseng Sawah, Jakarta Selatan; Dukuh, Jakarta Timur; Sempar, Jakarta Utara; Joglo, Jakarta Barat; dan Bambu Wulung (Bambu Apus), Jakarta Timur.

Kepala Dinas Lingkungan dan Hutan Kota Suzi Marsitawati mengatakan, lahan yang dibeli di lima lokasi itu memiliki luas lebih dari 3 hektar.

"Jumlahnya dari lima lokasi itu 3,3 hektar," ucapnya saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Senin (25/1/2021).

Bila satu petak makam luasnya 3,75 meter persegi, maka lahan yang dibeli itu diperkirakan mampu menampung 8.800 jenazah.

Meski demikian, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyebut, belum semua lahan itu sudah bisa dimanfaatkan.

Kini, baru lahan di Srengseng Sawah dan Bambu Wulung yang sudah digunakan sebagai lokasi pemakaman dengan protokol Covid-19.

"Sekarang kondisinya memang belum ditata, jadi sedikit lagi kami akan tata, kami akan rumputkan, kami akan tataplah," ujarnya menjelaskan.

Baca juga: Siswi Nonmuslim Diminta Pakai Jilbab, Orang Tua Surati Jokowi dan Mendikbud

Baca juga: Cara Menghilangkan Tahi Lalat Tanpa Operasi, 7 Obat Tradisional Ini Jadi Solusinya

Ia menjelaskan, pihaknya tak bisa langsung membuka lahan di lima lokasi itu sebagai lokasi pemakaman khusus Covid-19 lantaran adanya keterbatasan alat berat.

Sebab, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota harus berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga untuk proses penggalian makam.

"Jadi kita pelan-pelan, masalahnya karena kesulitan alat berat. Kami harus berkoordinasi dengan dinas lain," tuturnya.

Adapun lahan 3,3 hektar ini dibeli Pemprov DKI menggunakan anggaran yang telah dialokasikan dalam APBD Perubahan 2020 lalu.

"Rp 185 miliar untuk beli (lahan) di lima lokasi itu. Tapi enggak semua Rp 185 miliar," kata dia.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved