BREAKING NEWS: Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sah Jadi Kapolri

Proses pelantikan dilakukan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresiden hari ini Rabu (27/1/2021) pukul 09.40 WIB.

Editor: Elga H Putra
Youtube Sekretariat Presiden
Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri di Istana Kepresidenan, Rabu (27/1/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sah, Listyo Sigit Prabowo dilantik sebagai Kapolri.

Proses pelantikan dilakukan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresiden hari ini Rabu (27/1/2021) pukul 09.40 WIB.

Dengan begitu, Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri ke 25 menggantikan Jenderal Pol Idham Azis yang memasuki masa pensiun.

Dengan begitu, pangkat Listyo Sigit dinaikan satu tingkat dari Komisaris Jenderal Polisi menjadi Jenderal Polisi.

Proses pelantikan dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menko Polhukam Mahfud MD menjadi saksi dalam pelantikan Listyo Sigit sebagai Kapolri.

Raffi Ahmad Terima Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Bareng Jokowi, Sidang Kasus Pesta Tetap Berjalan

Dilantik di Rabu Pon

Diketahui, Presiden Jokowi kerap mengeluarkan keputusan penting pada weton Rabu Pon.

Termasuk saat pelantikan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri hari ini yang juga jatuh pada weton Rabu Pon.

Selain itu, Presiden Jokowi juga memutuskan reshuflle kabinet pada Rabu Pon.

Dikutip dari Kompas.id, reshuffle pada Kabinet Kerja periode 2014-2019 acap kali terjadi pada Rabu Pon, tepatnya reshuffle pertama (12/8/2015) dan reshuffle kedua (27/7/2016).

Sisanya yakni reshuffle ketiga terjadi pada Rabu Pahing (17/1/2018).

Adapun pengumuman susunan menteri Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 berlangsung pada Rabu Legi (23/10/2019).

Ramalan Shio Rabu 27 Januari 2021, Pemilik Shio Ini Berpotensi Bertengkar dengan Pasangan

Terakhir, reshuffle kabinet dilakukan pada Rabu Pon yakni 23 Desember 2020.

Bukan tanpa sebab Jokowi kerap melakukan kebijakan pada weton Rabu Pon.

Hal tersebut lantaran Rabu Pon merupakan weton dari Presiden Jokowi.

Jokowi diketahui lahir pada weton tersebut, tepatnya pada 21 Juni 1961.Dikutip dari Kompas.TV, Pon berasal dari kata panyorote dino atau sinar yang menerangi hari.

Rabu Pon memiliki neptu berjumlah 14, sehingga dipercaya orang yang lahir pada weton ini memiliki sifat seperti rembulan, yakni bisa menjadi penerang dan menentramkan hati orang lain.

Sisi positifnya, orang yang berada di bawah naungan Rabu Pon selalu merencanakan tindakan dengan hati-hati, tidak mudah putus asa, dan terbuka terhadap peluang baru.

Sementara sisi negatif, identik dengan suka pamer.

Pon adalah salah satu dari lima hari pasaran Jawa, yaitu, Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage.

Direktur Lembaga Cahaya Nusanatara (Yantra), Hangno Hartono, menuturkan weton Jawa menunjukkan hidup menurut orang Jawa bisa dihitung atau diukur, sebagaimana perhitungan dalam tradisi orang Cina.

Suratan manusia ditentukan oleh perhitungan yang berkaitan dengan keberadaan alam semesta.

“Misal, petani melihat panen dengan berpatokan pada bintang, demikian juga pelayaran,” kata Hangno.

Kepercayaan Jawa meyakini manusia bagian dari kosmos atau alam semesta, sehingga hal-hal yang terjadi di alam semesta bisa dihitung secara matematis.

Hangno mengatakan raja-raja di Jawa juga selalu memperhatikan perhitungan weton dalam mengambil keputusan besar.

Setiap kerajaan memiliki ahli nujum yang membantu raja membuat keputusan berdasarkan perhitungan.

Nujum yang dimaksud adalah ilmu perbintangan yang sangat kompleks, sehingga tidak hanya melihat rasi bintang, melainkan juga hal-hal lainnya yang ada di alam semesta.

Perhitungan weton juga bisa dipelajari orang awam karena sudah ada di primbon.

Salah satunya kitab betaljemur adammakna.

Hangno mengatakan dalam dunia wayang yang menjadi representasi kehidupan manusia, ahli nujum kerap digambarkan sebagai penasihat spritual.

Durna, misalnya, menjadi contoh penasihat spiritual.

Tak Ada Tradisi Khusus

Kepolisian RI memastikan tidak ada tradisi khusus yang dilakukan internalnya menjelang pergantian Kapolri Jenderal Idham Azis kepada Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri baru.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan kinerja Kepolisian RI juga akan berjalan seperti biasa.

Sebaliknya, prosesi resmi hanya akan dilakukan saat serah terima jabatan usai pelantikan.

"Tetap ada proses pergantian Kapolri serah terima jabatan itu ada tapi semua dilakukan dengan disesuaikan dengan situasi pandemi, seperti itu," kata Rusdi dalam keterangannya, Jumat (22/1/2021).

Sebaliknya, ia memastikan prosesi serah terima jabatan tetap digelar dengan mentaati protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

"Ya kan seperti biasa, serah terima jabatan terus penyerahan, itu tradisi saja di internal. Seperti itu saja serah terima jabatan antara Kapolri lama dengan Kapolri yang baru itu ada prosesi itu. Tapi sekarang karena masanya pandemi, semua dilakukan dengan mentaati protokol COVID-19," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved