Breaking News:

Hapus Postingan di Medsos, Putra Minta Sandi Klarifikasi

Menurutnya, Sandi harusnya menunjukan hasil kerja yang nyata bukan terus menerus membangun citra sebagai seorang politisi

Istimewa
Anggota Komisi X DPR Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan memberi salam kepada Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Belum genap tiga bulan menjadi Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno sudah bikin anggota Komisi X DPR RI geram.

Pasalnya dalam kegiatan olah raga kemarin pagi Selasa, (26/1/2021), Sandi diduga menyindir sebagian besar anggota Dewan di Komisi X tidak bisa bangun dan lari pagi.

"Dari 50 lebih anggota Dewan di Komisi X, hanya 2 yang hari ini menerima ajakan lari pagi saya sembari meninjau usaha-usaha ekonomi kreatif yang ada di kawasan GBK. Untuk komisi X yang lain saya dan Bu @dewicoryati tunggu di hari Selasa depan. Kita olahraga sambil bertukar pikiran untuk menggarap potensi lapangan kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sampai jumpa!" kata @sandiuno di Instagram pribadinya tersebut.

Unggahan @sandiuno di Instagram dan di akun twitter @sandiuno ini langsung ramai di media sosial. Netizen pun langsung mencap anggota DPR Komisi X lebih banyak tidur dan tidak bekerja. Beberapa jam kemudian, Sandiaga Uno langsung menghapus dua postingannya tersebut. Namun sampai berita ini diturunkan belum ada klarifikasi dari Sandiaga Uno terkait dengan postingan tersebut dan alasan menghapusnya.

Sontak unggahan tersebut membuat Anggota DPR Komisi X MY Esti Wijayanti bereaksi keras. Bahkan dengan huruf besar melalui akun instagram @estiprawoto menulis MAAF PAK MENTERI, KAPAN BAPAK MENGUNDANG KAMI YA??..DAN LAGI PULA ACARA LARI PAGI TIDAK MASUK AGENDA PEMBAHASAN.

Unggahan @sandiuno ini sudah ditonton 158.408 tayangan dan menuai reaksi pedas dari Anggota Komisi X DPR Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan.

Menurutnya, Sandi harusnya menunjukan hasil kerja yang nyata bukan terus menerus membangun citra sebagai seorang politisi. Apalagi sampai membentuk framing negatif dari mitra kerjanya di media sosial.

"Sandi harusnya sadar dirinya adalah pembantu Preiden Jokowi. Dia harus berhenti menciptakan sensasi-sensasi politik kosong dengan memberikan bingkai framing negatif terhadap mitra kerjanya, seolah-olah 50 lebih anggota Komisi X tidak bisa bangun pagi dan lari pagi serta tidak mau ikut menyaksikan usaha ekonomi kreatif di GBK," kata Putra dalam keterangannya, Rabu (27/1/2021).

Sebagai seorang menteri, menurutnya, Sandi lebih banyak kerja nyata bersama jajaran birokrasinya saja. Jangan hanya bermedsos setiap hari tapi tidak ada kerjanya.

"Dari yang kami amati di media sosial, Menteri yang satu ini rajin sekali bermedsos. Sehari bisa tiga sampai empat kali posting. Ini jadi pertanyaan kita sebenarnya apa yang sudah dikerjakan olehnya? Rasanya kok tidak ada dan hanya terus menerus mencari sensasi agar mendapat simpati di media sosial," kata mantan pemimpin redaksi ini.

Halaman
12
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved