Sisi Lain Metropolitan

Ini Harapan Pemilik Wisma Delima, Hostel Tertua di Jalan Jaksa Menteng kepada Pemprov DKI Jakarta

penerus bisnis Wisma Delima berharap pemerintah menaruh perhatian lebih kepada pengelola wisma di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat.

Tayang:
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Tampak depan plang Wisma Delima di Jalan Jaksa, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (26/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Jalan Jaksa kini tak lagi seramai dulu.

Semenjak menjamurnya hotel-hotel dengan fasilitas yang lebih lengkap dan baru di Jakarta, bisnis penginapan di jalan ini kian tersisih.

Hal itu dirasakan betul oleh Boy Lawalata, penerus bisnis Wisma Delima.

Ia berharap pemerintah menaruh perhatian lebih kepada jalan tersebut.

Boy ingin Jalan Jaksa turut diberi perhatian seperti di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

"Saya bilang ke Pemda, tolong dong dikasih bangku di Jalan Jaksa. Tempat-tempat lain seperti di Cikini jadi bagus ditata. Kok ini namanya kita pionir begini aja kesannya enggak diperhatikan," ujarnya kepada TribunJakarta.com pada Selasa (26/1/2021).

Selain itu, kurangnya lahan parkir menjadi penyebab sepinya pengunjung yang datang ke Jalan Jaksa.

Kamar tidur di Wisma Delima dilengkapi dengan kipas angin pada Selasa (26/1/2021).
Kamar tidur di Wisma Delima dilengkapi dengan kipas angin pada Selasa (26/1/2021). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

Ia berharap pemerintah bisa membebaskan satu lahan untuk dijadikan tempat parkir pengunjung.

"Kurangnya lahan parkir. Dibikin area parkir, dibebasin satu rumah. Dibuatlah area parkir. Jadi orang kan maunya makan deket situ. Kalau jauh males mereka. Jadi yang kita sayangkan enggak difasilitasi," katanya.

Terbatasnya lahan parkir dan ketatnya petugas dinas perhubungan yang patroli membuat banyak pengusaha kafe minggat dari Jalan Jaksa.

"Bikin peraturan enggak boleh parkir, orang jadu terbingung-bingung mau makan. Akhirnya pihak kafe pada cabut meninggalkan jalan Jaksa," terang penerus penginapan yang berdiri sejak 1969 tersebut.

Kendati demikian, Boy Lawalata tetap optimistis bisnis penginapannya kelak kembali maju.

"Kita optimis ya apalagi kita memang sudah lama. Bule itu kan terus regenerasi. Enggak ada habisnya. Kita mau bikin empat lantai nanti, dengan fasilitas zaman sekarang lah," pungkasnya.

Wisma Delima kini Jadi Ajang Nostalgia

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved