Keributan di Green Lake City
Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Jhon Kei hingga Alasan Nus Kei di Persidangan
Jaksa kemarin dalam tanggapanya menilai bahwa nota keberatan kuasa hukum John Kei berisi asumsi.
Nus mengaku baru mengetahui sidang akan digelar hari ini satu hari sebelumnya.
Ketika dimintak tanggapannya atas sidang yang telah digelar, Nus mengaku belum bisa memberikan komentar apa-apa.
"Saya belum bisa berikan komentar apa-apa. Harapannya sidang tetap berjalan kondusif," lanjutnya.
Dakwaan Jaksa
John Kei didakwa dengan pasal pembunuhan berencana, yakni Pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana penjara 20 tahun, terkait tewasnya anak buah Nus Kei, Yustus Corwing.
John juga dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, 351 KUHP tentang penganiayaan, Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia, dan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat RI Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam.
Jaksa dalam dakwaanya menyatakan, tewasnya Yustus bermula ketika Nus Kei tidak mengembalikan uang yang dia pinjam dari John Kei tahun 2013. Saat itu, Nus Kei meminjam uang Rp 1 miliar dan berjanji akan mengembalikannya dua kali lipat miliar dalam waktu enam bulan.
Namun, saat tenggat waktu pengembalian tiba, Nus Kei tidak mengembalikan uang tersebut.
Kelompok Nus Kei malah menghina John melalui sebuah video live Instagram.
Saat mengetahui hal tersebut, John Kei bertemu Angkatan Muda Kei (Amkei) untuk membahas video tersebut.
Jaksa mengungkapkan, John Kei memberikan uang operasional kepada anak buahnya sebesar Rp 10 juta, satu hari sebelumnya terbunuhnya Yustus, yakni 20 Juni 2020.
• Chelsea Seri dan Man United Kalah: Man City Tetap di Puncak, Begini Klasemen Sementara Liga Inggris
• Hasil Liga Inggris: Man United Kalah di Kandang 1-2 Lawan Sheffield United
• Sempat Membantah, Wakil Ketua DPRD Sulut Ini Akui Seret Istri Pakai Mobil, Begini Akhirnya
Kala itu, John Kei kembali membahas video penghinaan tersebut bersama beberapa anak buahnya.
"Dalam pertemuan itu, John Kei mengatakan, 'Besok berangkat tabrak dan hajar rumah Nus Kei,' dan arahan lain dari John Kei, yaitu 'Ambil Nus Kei dalam keadaan hidup atau mati. Jika ada yang menghalangi, sikat saja,'" kata jaksa dalam dakwaan.
Pada 21 Juni 2020, anggota kelompok John Kei berkumpul di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, lalu berangkat ke daerah Duri Kosambi, Jakarta Barat; dan Green Lake, Tangerang. Di Duri Kosambi, Yustus tewas setelah diserang anak buah John Kei.
Berita ini telah tayang di Kompas.com berjudul: Jaksa Minta Hakim Tolak Nota Keberatan John Kei karena Berisi Asumsi