Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Kasus Covid-19 Tinggi, Wali Kota Airin Ingatkan Warga Mandi dan Keramas saat Pulang ke Rumah

Airin Rachmi Diany menyoroti klaster keluarga, ia minta warga saat pulang ke rumah melepas pakaian, mandi sampai keramas, sebelum bertemu keluarga.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAH TOHIR
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, saat ditemui di Kawasan Puspiptek, Setu, Tangsel, Kamis (28/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, menanggapi hal lonjakan kasus Covid-19 yang semakin meninggi pada awal tahun 2021 ini.

Secara nasional, jumlah kasus Covid-19 menembus angka 1 juta kasus.

Sedangkan di Tangsel, Januari 2021 juga menjadi momen rekor lonjakan kasus Covid-19  dan angka kematian bulanan tertinggi.

Pada 1-28 Januari 2021 kasus Covid-19 baru bertambah sebanyak 2.208 kasus, sedangkan pasien yang meninggal bertambah 79 orang. 

Airin mengatakan, yang terjadi di wilayahnya sehingga menyebabkan tingginya paparan Covid-19 adalah salah satunya adalah penularan di keluarga atau klaster keluarga.

Keluarga menjadi episentrum penularan Covid-19 karena interaksi yang intens antar anggota keluarga.

Airin mengimbau warganya untuk lebih disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan tidak hanya ketika berada di luar atau bepergian, melainkan juga saat pulang ke rumah.

Bangunkan Warga Salat Subuh, Imam Masjid di Jatijajar Depok Ditodong Pakai Pisau, Nyaris Ditusuk

"Kluster keluarga dan perkantoran. Makannya jangan lupa disiplin jangan di luar saja, tapi bagaimana disiplin masuk ke dalam rumah, masuk keluar rumah seperti apa kan sudah ada, kamu secapek apapun masuk rumah harus apa? Mandi keramas, keramas enggak, nah itu salah satunya, sudah tahu kan disiplin masuk ke rumah," kata Airin saat ditemui di Kawasan Puspiptek, Setu, Tangsel, Kamis (28/1/2021).

Ibu dua anak itu bahkan menyebutkan satu persatu protokol masuk rumah dari mulai melepas pakaian, mandi sampai keramas, sebelum bertemu keluarga.

"Disiplin masuk rumah, bebersih semuanya, kalau laki-laki karena enggak pakai kerudung, perempuan enggak pakai kerudung, mandi semuanya, jangan ketemu keluarga dulu mandi dulu, baju diinikan dicuci langsung. Keluar rumah harus sudah pakai masker, makan pakai alat sendiri meski di dalam rumah," jelas Airin.

Waspada Hujan Lebat, DKI Jakarta Berpotensi Diterjang Banjir, BPBD: Ada 34 Kelurahan Rawan

Selain klaster keluarga dan perkantoran, Airin juga menyinggung klaster libur Natal dan Tahun Baru 2021 yang turut menyumbang lonjakan kasus Covid-19

Hal itu membuat Pemkot Tangsel mendukung perpanjangan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 26 Januari 2021 sampai 8 Februari 2021.

Seperti diketahui, PPKM merupakan program pembatasan ala pemerintah pusat yang diterapkan di wilayah Jawa dan Bali demi menekan penularan Covid-19 pasca masa inkubasi liburan akhir tahun.

Dipecat dari Polda Sumsel, Sarif Nekat Jadi Polisi Gadungan: Berhasil Tipu Korban Ratusan Juta

"Salah satunya kluster liburan, makannya PPKM diperpanjang. Masa inkubasi sekitar dia mingguan. Harapannya kalau kita perketat semuanya, jadi yang OTG dan yang lain diam di rumah. Banyak hal yang kita korbankan 8 februari semoga selesai," pungkasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved