Ketua KPCPEN Optimis Vaksinasi dan UU Cipta Kerja Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 2021

Optimisme ini didorong oleh program vaksinasi yang sedang berjalan saat ini dan aturan pelaksanaan UU Cipta Kerja yang segera rampung

Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Tenaga kesehatan menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Bungsu, Jalan Veteran, Kota Bandung, Senin (18/1/2021). Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di pos layanan ini dari 14, 15, dan 18 Januari 2021 berjalan lancar, sudah diikuti lebih dari 70 tenaga kesehatan di lingkungan RSU Bungsu dan beberapa tenaga kesehatan dari sejumlah rumah sakit di Kota Bandung. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto memproyeksikan perekonomian Indonesia di tahun 2021 akan kembali ke zona positif, bahkan melesat hingga berada di kisaran 4,5% hingga 5,5%.

Optimisme ini didorong oleh program vaksinasi yang sedang berjalan saat ini dan aturan pelaksanaan UU Cipta Kerja yang segera rampung.

“Hampir seluruh lembaga menilai pertumbuhan kita di 2020 terkontraksi lebih kecil dari berbagai negara lain, tentu kita akan melihat bahwa di 2021 pertumbuhan kita akan ada di sekitar 4,5-5,5 persen,” sebut Menko Airlangga dalam keterangannya, Selasa (2/2/2021).

Pemulihan dari sisi ekonomi, kata Menko Airlangga, didukung dengan vaksinasi perdana yang dilakukan Presiden Joko Widodo pada 13 Januari lalu hingga mendorong kepercayaan publik untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi maka terjadi peningkatan indeks keyakinan konsumen ke level 96,5 di bulan Desember 2020.

Selain itu, pemerintah terus berupaya untuk mendorong program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN), salah satunya dengan menaikkan jumlah anggaran di tahun 2021.

“Angka terkait dengan alokasi pemulihan ekonomi di tahun 2021 besarnya 553 triliun, yang bila dibandingkan dengan tahun 2020 realisasinya adalah 579,78 triliun. Artinya Pemerintah sudah melihat bahwa pemulihan ekonomi di tahun 2021 ini memerlukan support yang sama dengan tahun 2020,” ucap Airlangga.

Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada sekaligus Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia Muhammad Edhie Purnawan mengatakan, pemerintah perlu melakukan intervensi public health measures melalui pengadaan vaksinasi gratis bagi seluruh masyarakat sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional, sehingga keputusan pemerintah dinilai tepat untuk menaikkan alokasi anggaran PEN di tahun 2021.

“Diperlukan dana yang besar untuk keluar dari krisis pandemi ini terutama untuk kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional Indonesia,” ujar Edhie.

Namun demikian, Edhie mengatakan untuk mempercepat roda perekonomian kembali pulih diperlukan strategi terbaik yakni melakukan superposisi kesehatan dan ekonomi. Meski kesehatan menjadi factor utama, tetapi ekonomi juga dapat menyebabkan menurunnya level kesehatan masyarakat.

“Karena itu superposisi ekonomi dan kesehatan harus berjalan seiring. Satu-satunya cara untuk melakukan ini adalah dengan aturan yang lebih keras seperti di Philippines yang mewajibkan masyarakat memproteksi dirinya sendiri agar orang lain juga terproteksi. Pelanggar bisa dihukum seperti di Singapore,” ucapnya.

Kabar Gembira Jelang Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12, Presiden Jokowi Tambah Anggaran

Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19 Tahap Kedua, Mengingat 4 Tahapan Vaksinasi dan Reaksi di Tubuh

Selain itu, Menurut Edhie, persatuan dan kesatuan dan kebersamaan harus betul-betul didayagunakan untuk pemulihan ekonomi. Dengan aturan ketat yang diterapkan dan kerja sama antara pemerintah dengan BI, OJK, LPS, dan seluruh institusi kemasyarakatan dan Kadin serta Apindo serta usaha-usaha konglomerasi dapat diberdayakan dengan target-target yang bisa dicapai bersama.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede yang memberikan apresiasinya atas komitmen pemerintah mengatasi pandemi Covid-19, salah satunya dengan menaikkan alokasi anggaran PEN.

“Keputusan ini tepat, dan saya kira, ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid-19 sehingga pemerintah menggratiskan vaksin bagi seluruh masyarakat, dan tentu membutuhkan anggaran yang besar,” ujar Josua.

Terlebih, kata Josua, vaksinasi menjadi salah satu game changer bagi pemulihan ekonomi Indonesia. Maka permasalahan kesehatan perlu menjadi fokus pemerintah untuk segera diselesaikan. Ia juga memprediksi, jika vaksinasi dapat berjalan dengan lancar dan cepat, maka normalisasi kegiatan ekonomi dapat lebih cepat terealisasi. Untuk itu, ia meminta agar seluruh masyarakat Indonesia bisa mematuhi protokol kesehatan dengan baik selama pendistribusian vaksinasi.

“Maka harapannya program vaksinasi ini berjalan dengan baik, dimana herd immunity sudah tercipta sehingga aktivitas ekonomi akan berjalan lebih cepat. Sehingga di semester kedua tahun 2021 ini, kegiatan ekonomi Indonesia sudah mulai berjalan. Dengan catatan kegiatan vaksinasi ini harus berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved