Breaking News:

Rizieq Shihab Tersangka

Permasalahkan Penahanan Rizieq Shihab, Pengacara: Itu Akal-akalan Polisi

Alamsyah menuturkan, polisi mengeluarkan dua surat perintah penangkapan dan penahanan Rizieq Rizieq.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Pengacara Muhammad Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah, seusai sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (12/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Pengacara Muhammad Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah, menganggap penerapan Pasal 160 KUHP hanya akal-akalan polisi untuk bisa menahan kliennya.

Dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, Rizieq Shihab dijerat dengan tiga pasal. Salah satunya Pasal 160 KUHP tentang penghasutan.

Alamsyah menilai Pasal 160 KUHP tidak tepat digunakan dalam perkara pelanggaran protokol kesehatan.

"Habib Rizieq ini kan di tahan dengan Pasal 160 KUHP. Itu intinya menghasut orang membuat kejahatan, bukan materi berkerumun dalam Undang-Undang Covid. Itu kan akal-akalan untuk menahan Habib Rizieq saja, bukan penahanan sesungguhnya," kata Alamsyah saat dikonfirmasi, Rabu (3/2/2021).

Alamsyah menuturkan, polisi mengeluarkan dua surat perintah penangkapan dan penahanan Rizieq Rizieq.

"Nah ini surat perintah penyidikannya ada dua, surat penahananya satu. Jadi surat penahanannya itu dilahirkan dari dua surat perintah penyidikan, yang mana dalam Perkap Kapolri itu cuma ada satu. Dalam KUHP juga hanya satu, nah di sini lah kekaburan atau ketidakjelasannya," ungkap dia.

Atas dasar itu, Rizieq Shihab kembali mengajukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Alamsyah menilai penangkapan dan penahanan Rizieq Shihab yang dilakukan Polda Metro Jaya tidak sah.

"Hari ini kami dari tim advokasi Habib Rizieq Shihab selaku kuasa hukum Imam Besar Habib M Rizieq Shihab telah mendaftarkan permohonan praperadilan atas tidak sahnya penangkapan dan penahanan klien kami di PN Jakarta Selatan," ujar Alamsyah.

Halaman
12
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved