Kasus Bakar Pasangan di Sumut dan Ciputat: Beda Motif, Korban Sama-sama Luka Bakar Lebih 50%

Dua kasus bakar pasangan terjadi di Ciputat dan Sumatera Utara menjadi sorotan masyarakat. Beda penyebab tapi sama terkena luka bakar lebih 50%.

Tayang:
net
Ilustrasi Bakar Diri. Dua kasus bakar pasangan terjadi di Ciputat dan Sumatera Utara menjadi sorotan masyarakat. 

Meja di sebelah kiri juga hangus menghitam.

Kipas angin yang sudah tergeletak di lantai terlihat lumer bekas terbakar. 

Aroma seperti minyak tanah masih santer tercium meski peristiwa sudah lewat sekira 18 jam.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Angga Surya Saputra, belum mau memberikan banyak keterangan terkait kasus istri bakar suami itu.

Angga mengatakan, dugaan sementara korban dibakar istrinya. 

Keterangan tersebut baru didapat dari warga sekitar, saksi kejadian.

"Diduga dibakar, karena kan kita belum bisa memastikan, karena satu, si korban saja belum bisa kita mintai keterangan masih di rumah sakit, si anaknya juga masih di rumah sakit lagi jagain orang tuanya," ujar Angga saat dihubungi awak media.

"Jadi keterangan hanya didapat dari warga sekitar yang melihat si korban keluar dengan luka bakar, gitu," tambahnya. 

Pedagang di Pasar Ikan Modern Muara Baru Perkirakan Harga Bandeng Naik Tiga Hari Jelang Imlek

Lika-liku Asmara Ayu Ting Ting dan Adit Jayusman Pupus di Tengah Jalan, Anak Telah Beri Restu

Sementara, dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian mendapati botol dan plastik.

Keduanya diduga menjadi wadah minyak tanah untuk melakukan pembakaran kepada Samsudin.

"Ada kantung plastik sama botol aqua diduga bekas isi minyak tanah di TKP," ujarnya. 

Selain dua keterangan di atas, Angga masih belum mau berkomentar lebih jauh.

"Sementara itu dulu nanti saya kabari kalau perkembangan ya," katanya.

Suami Bakar Istri di Medan

Junanda pelaku pembakaran Rani ditangkap polisi, Senin (1/2/2021).
Junanda pelaku pembakaran Rani ditangkap polisi, Senin (1/2/2021). (Tribun Medan)

Polsek Percutseituan masih terus mendalami kasus suami bakar istri yang terjadi di Jalan Beringin, Pasar VII Tembung, Gang Rambutan, Kecamatan Percutseituan, Minggu (31/1/2021) dinihari.

Dari kejadian tersebut, polisi amankan pelaku yang bernama Junanda alias Nanda (21).

Tidak hanya diamankan, pelaku juga ditindaktegas dengan memberikan timah panas di kedua kakinya lantaran melawan saat diamankan.

Sementara korban yang merupakan istri pelaku, Rani Andriani (20) pascakejadian mengalami luka bakar 65 persen.

Hingga kini Rani masih mendapat perawatan medis di salah satu rumah sakit yang berada di kawasan Tembung.

Kapolsek Percutseituan AKP Ricky Pripurna Atmaja yang ditemui Tribun Medan mengatakan pelaku diamankan pada Minggu malam.

"Benar sudah diamankan. Masih proses penyelidikan lebih lanjut," ucapnya, Senin (1/2/2021).

Sementara, pelaku yang menjalani proses pemeriksaan terlihat merintih kesakitan saat dipapah petugas menuju ruang pemeriksaan.

"Aduh, aduh," katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus suami bakar istri diduga dipicu rasa kecemburuan.

Di mana pelaku menuduh bahwa istrinya telah bersetubuh dengan saudara sedarah korban.

Namun, di sisi lain, Rani memergoki pelaku tengah bersama wanita lain hingga terjadi cekcok Berujung pembakaran.

Aksi Nanda membakar Rani terjadi di rumah kakak pelaku yang berada di Jalan Beringin Pasar VII, Tembung, Gang Rambutan Kecamatan Percutseituan.

Kondisi Istri Korban Dibakar Suami

Kondisi Rani Andriani (20) didampingi ibundanya saat mendapat perawatan medis, Jumat (5/2/2021).
Kondisi Rani Andriani (20) didampingi ibundanya saat mendapat perawatan medis, Jumat (5/2/2021). (Istimewa/TribunMedan)

Rani Andriani (20) yang menjadi korban pembakaran oleh suaminya, Junanda alias Nanda (21), perlahan mulai membaik.

Rani dibakar hidup-hidup oleh suaminya, Nanda, di Jalan Beringin Pasar VII Tembung, Gang Rambutan Kecamatan Percutseituan pada Minggu (31/1/2021) dini hari lalu.

Lima hari mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Mitra Medika Jalan Medan Batangkuis Pasar VIII, kondisi korban menunjukkan perkembangan yang baik.

Ia kini sudah dapat berkomunikasi dengan ibunya dan orang yang menjaganya di rumah sakit.

Ibunda korban, Supriyati (40) yang dihubungi Tribun-Medan.com pada Jumat (5/2/2021) mengatakan anaknya kini berangsur pulih.

"Alhamdulillah kondisinya mulai membaik. Sudah bisa berkomunikasi," ujarnya.

Lanjut wanita yang merupakan warga Jalan Makmur, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percutseituan, bahwa Rani disarankan untuk dipindahkan ke rumah sakit lainnya agar dapat menjalani operasi plastik.

"Disuruh juga untuk operasi plastik. Tapi saya gak punya uang, makanya masih bertahan di sini saja. Ini saja masih bingung mau membayar tagihan," katanya.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun-Medan.com, hingga kini biaya perawatan dan operasi Rani mencapai Rp 20 juta.

Namun, Supriyati yang karib disapa Yati, mengaku masih kebingungan untuk menutupi biaya tersebut.

"Belum dibayar, masih ada utang di rumah sakit kurang lebih Rp 20 juta. Inilah bingung mau nyari uang di mana lagi," bebernya.

Yati hingga kini masih berharap adanya dermawan yang suka rela membantu keluarga meringankan beban biaya rumah sakit untuk dapat menyalurkan bantuan ke nomor rekening BRI: 3344-01-037627-53-9 atas nama Novita Dewi.

"Saya memohon agar dermawan-dermawan mau membantu keluarga kami ini. Atau bisa hubungi ke nomor pribadi saya di 0878-9880-5478," katanya.

Wanita yang menggunakan hijab pink ini menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki biaya lantaran BPJS yang dimiliki Rani tidak bisa digunakan.

"BPJS tidak menanggung karena ini sudah (percobaan) pembunuhan. Semalam itu pihak rumah sakit minta deposit biaya operasi sebesar Rp 10 juta. Saya gak punya uang, jadi keluarga saya pinjam rentenir 10 juta, gak dapat cuma 7 juta yang kita dapat," ucapnya.

Lanjut Yati, bahwa untuk operasi yang baru dijalani Rani sudah mencapai Rp 13,5 juta.

"Itu operasi saja, belum ruang inap, obat-obatan yang tiap hari disuntik. Baru Rp 7 juta itulah yang kami depositkan ke rumah sakit. Tadi malam seharusnya di ruang ICU, cuma satu malam (biayanya) Rp 9 juta, kami gak mampu. Saya berpasrah saja kepada Allah, jadi saya bawalah anak saya ini ke ruangan biasa kelas III," ucapnya.

Pascakejadian, polisi berhasil mengamankan suami korban yang merupakan pelaku pembakaran.

Tidak hanya itu, polisi menembak kedua kaki pelaku lantaran melakukan perlawanan saat ditangkap. (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman/Tribun Medan)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul KABAR TERBARU Suami Bakar Istri karena Dapati Pasangannya Selingkuh dengan Saudara Sedarah Sendiri, .

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul UPDATE Istri Dibakar Hidup-hidup oleh Suami, Kondisi Korban Mulai Membaik tapi Bingung Biaya RS

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved