Derasnya Aliran Kali Bekasi Jadi Tontonan, Warga: Arusnya Bikin Merinding

Derasnya Kali Bekasi dengan ketinggian maksimal membuat setiap mata yang melihat merinding, air tampak lebih dekat ke permukaan jembatan besi

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Sejumlah warga menonton derasnya aliran Kali Bekasi di pinggir Jalan Karang Satria, Kabupaten Bekasi, Senin (8/2/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI UTARA - Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Bekasi mengalami kenaikan tinggi muka air (TMA), kondisi ini disebabkan banjir kiriman dari hulu Sungai Cileungsi dan Cikeas Kabupaten Bogor, Senin (8/2/2021).

Imbas kenaikan TMA Kali Bekasi menyebabkan, sejumlah pemukiman warga di Kota dan Kabupaten Bekasi terendam banjir akibat limpasan air.

Proses banjir kiriman di Kali Bekasi sebenarnya dilihat dari TMA P2C atau Pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas.

Lokasi P2C berada di irisan Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi dan Kecamatan Gunung Peteri Kabupaten Bogor, TMA normal berada di 350 centimeter.

Namun berdasarkan data Komunitas Peduli Cileungsi Cikeas (KP2C), kenaikan TMA di P2C sudah terjadi sejak semalam dan terus mengalami peningkatan.

TMA mencapai ketinggian maksimal hari ini, Senin (8/2/2021), terjadi sekira pukul 11.00 WIB, saat itu tercatat setinggi 670 centimeter.

Kondisi ini sudah ditetapkan siaga 1 bencana banjir untuk wilayah pemukiman warga yang berada di sepanjang aliran Kali Bekasi.

Aliran Kali Bekasi sebelum mengalir ke hilir tertahan di Bendung Bekasi Jalan Mayor M. Hasibuan, Bekasi Timur. Bendung ini juga biasa disebut Bendung Presdo.

Bendung Bekasi merupakan pintu air yang berfungsi mengendalikan banjir, jika TMA P2C mencapai ketinggian maksimal, pintu bendungan akan dibukan seluruhnya.

Dampak dibukanya Bendung Bekasi akan mempengaruhi derasnya aliran Kali Bekasi menuju hilir.

Di waktu yang sama, air limpasan banjir kiriman juga sudah pasti menggenangi pemukiman warga seperti Perumahan Pondok Gede Permai, Pondok Mitra Lestari (PML) dan beberapa pemukiman lain.

Sementara di bagian hilir, ketika Bedung Bekasi sudah dibuka, pemukiman seperti Gang Mawar Jalan RA Kartini, Teluk Pucung Bekasi Utara hingga wilayah Babelan dan Tambun Utara Kabupaten Bekasi turut terdampak limpasan.

Derasnya Kali Bekasi dengan ketinggian maksimal membuat setiap mata yang melihat merinding, air tampak lebih dekat ke permukaan jembatan besi.

Banjir Setinggi 1,5 Meter di Teluk Pucung Bekasi Utara, Keluarga Opung Menolak Dievakuasi

BPBD Mencatat 94 Lokasi di Kota Bekasi Terendam Banjir

Momen ini bahkan menjadi tontonan warga, seperti yang terjadi di Jalan Karang Satria dekat Jembatan Besi perbatasan Kota dan Kabupaten Bekasi.

Di lokasi tersebut, pemandangan derasnya Kali Bekasi dengan ketinggian maksimal terlihat jelas dari pinggir jalan.

"Biasa lewat sini Kali Bekasi enggak tinggi airnya, sekarang tinggi banget deras juga arusnya ngeri lihatnya," kata seorang warga bernama Syarif (31).

Warga yang bermukim di Tambun Utara ini mengatakan, permukaan air Kali Bekasi di lokasi tersebut biasanya tidak terlalu tinggi.

Bahkan, bebatuan besar di dasar kali tampak terlihat jika air benar-benar rendah tanpa banjir kiriman dari hulu.

"Biasanya kalau lewat sini airnya normal enggak setinggi ini, arusnya juga tenang enggak deras, kalau sekarang deras banget merinding ngeliatnya," ucapnya.

Adapun masih berdasarkan data KP2C, TMA Kali Bekasi di P2C hingga 18.00 WIB di ketinggian 430 centimeter atau status siaga 2.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved