Petugas Puskesmas Pantau Kesehatan Korban Banjir di Pejaten Timur

Kepala Puskesmas Pejaten Timur dokter Wida Wildani mengatakan, pihaknya menyiagakan sejumlah petugas kesehatan di lokasi yang sempat terendam banjir.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Sejumlah petugas kesehatan dari Puskesmas Kelurahan Pejaten Timur memantau kondisi warga yang terdampak banjir 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Banjir di kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, berangsur surut pada Selasa (9/2/2021).

Sejumlah petugas kesehatan dari Puskesmas Kelurahan Pejaten Timur pun memantau kondisi warga yang terdampak.

Hal itu dilakukan guna mengantisipasi terpaparnya warga dari berbagai penyakit pascabanjir seperti diare, ISPA, hingga DBD.

Kepala Puskesmas Pejaten Timur dokter Wida Wildani mengatakan, pihaknya menyiagakan sejumlah petugas kesehatan di lokasi yang sempat terendam banjir.

"Pokoknya kami tetap harus siap selalu karena Puskesmas juga tak jauh ya. Kami lakukan pengawasan dan pemantauan untuk mengantisipasi segala macam penyakit pasca banjir," kata Wida di Pejaten Timur, Selasa (8/2/2021).

Selain itu, Wida juga mengimbau warga untuk selalu menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19.

"Imbauan kami tetap 3M. Masker juga kita berikan untuk warga ya. Intinya tetap pakai masker, jaga jarak, jauhi kerumunan," ujar dia.

Wagub DKI Klaim Jakarta Sudah Terapkan PPKM Mikro Sejak 2020

Prabowo Subianto Ingin Partai Gerindra Berkuasa Dengan Mutlak di Indonesia

Jalan Tol Cipali Km 122 Arah Jakarta Ambles, Petugas Berlakukan Contraflow

Sebelumnya, permukiman warga di Pejaten Timur sempat terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter hingga 2 meter.

Pantauan TribunJakarta.com, saat ini hanya tersisa lumpur di jalanan dan rumah-rumah warga terdampak banjir.

Warga pun tampak sibuk membersihkan rumahnya. Sedangkan petugas membersihkan lumpur yang ada di jalanan.

Lurah Pejaten Timur Rasyid Darwis mengatakan, hanya tinggal beberapa rumah yang masih digenangi air.

"Alhamdulillah sekarang kan sudah mulai surut, jadi petugas kami siagakan untuk membersihkan lumpur dan sampah yang terbawa air," kata Rasyid.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved