Tanda-tanda Jika Terinfeksi Corona, Hidung Tersumbat Termasuk Gejala Baru

Selama pandemi Covid-19 ini hal terbaik adalah mengasumsikan gejala apa pun dengan Covid-19 dan segera mengisolasi diri dari orang lain.

Editor: Siti Nawiroh
SHUTTERSTOCK/RUKSUTAKARN studio
Ilustrasi virus corona. 

TRIBUNJAKARTA.COM -- Setiap orang mengalami gejala covid-19 yang berbeda.

Bisa muncul seperti batuk, sakit tenggorokan, atau pilek dan hidung tersumbat.

Seringkali orang mengira gejala yang muncul adalah gejala flu biasa atau alergi.

Karena itu, para ahli mengingatkan, selama pandemi Covid-19 ini hal terbaik adalah mengasumsikan gejala apa pun dengan Covid-19 dan segera mengisolasi diri dari orang lain.

Neha Vyas, MD, dokter pengobatan keluarga di Cleveland Clinic mengatakan, faktanya hidung tersumbat atau hidung meler diklasifikasikan sebagai gejala virus corona oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

“Tetapi memang tidak dianggap sebagai gejala klasik Covid-19,” katanya. 

Warga Korban Banjir di Jakarta Timur Bisa Minta Bantuan Evakuasi ke Damkar Melalui Whatsapp

Jadi, seberapa umum hidung tersumbat pada Covid-19?

Melansir Health, CDC tidak memberikan informasi tentang berapa banyak orang yang menderita gejala umum Covid-19, tetapi Organisasi Kesehatan Dunia mengungkap sebuah laporan.

Pada bulan Februari, menjelang awal pandemi Covid-19, WHO menerbitkan laporan yang menganalisis 55.924 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi laboratorium di China.

Laporan itu menemukan, bahwa hanya 4,8% pasien yang menunjukkan hidung tersumbat sebagai tanda atau gejala infeksi Covid-19.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan persentase pasien yang melaporkan gejala yang lebih umum, seperti demam (87,9%), batuk kering (67,7%), dan kelelahan (38,1%).

5 Cara Agar Tak Tertular Corona, Jika Ada Keluarga yang Positif Covid-19

Bagaimana mengetahui hidung tersumbat yang dialami adalah gejala Covid-19?

Dr. Vyas mengatakan, seperti banyak gejala virus corona, hidung tersumbat adalah gejala yang tidak spesifik, yang berarti dapat dikaitkan dengan sejumlah penyakit.

“Apalagi di masa ketika influenza, alergi, dan flu biasa mulai beredar,” lanjutnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved