Breaking News:

Suami Istri Pelaku Aborsi Ilegal di Bekasi Pasang Tarif Rp 5 Juta untuk Sekali Praktik

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, tersangka ST dan ER mematok harga jutaan Rupiah untuk sekali aborsi.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Konferensi pers pengungkapan kasus praktik aborsi ilegal di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polda Metro Jaya menangkap tiga orang tersangka dalam kasus aborsi ilegal di kawasan Pedurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dua tersangka di antaranya adalah pasangan suami istri, yaitu ST dan ER. Satu tersangka lainnya adalah RS.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, tersangka ST dan ER mematok harga jutaan Rupiah untuk sekali aborsi.

"Tarifnya yang dia terima Rp 5 juta rupiah," kata Yusri saat merilis kasus ini di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/2/2021).

Namun, dalam melancarkan aksinya, tersangka juga memanfaatkan peran calo.

Bahkan, Yusri mengungkapkan calo tersebut mendapat keuntungan lebih besar dibandingkan ST dan ER.

"Ada pembagiannya. Rp 5 juta si korban membayar. Rp 3 juta untuk calo dan Rp 2 juta untuk yang melakukan tindakan," ujar dia.

Yusri menjelaskan, praktik aborsi ilegal yang dilakukan para tersangka tidak dilakukan di sebuah klinik, melainkan di kediaman ST dan ER.

"Kalau ini dia bentuk rumah pribadi, dan tidak ada sama sekali plang untuk melakukan praktik klinik," ujar dia.

Halaman
123
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved