Anies Baswedan Patut Perhitungkan Elektabilitas Risma di DKI, Pengamat: Ini Sangat Rawan
elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersaing cukup ketat dengan Menteri Sosial Tri Rismaharani.
Di sisi lain, Basarah juga tak menjawab saat ditanya apakah PDI-P tetap akan mencalonkan Risma sebagai Gubernur DKI Jakarta di Pilkada 2024.
Namun, ia merespons 2024 masih tiga tahun ke depan.
Oleh karena itu, PDI-P dinilai masih memiliki banyak waktu untuk mengkaji dinamika politik yang ada.
"2024 masih tiga tahun lebih, masih banyak waktu bagi PDI-P untuk mengkaji dinamika politik sampai 2024," ujarnya.
Lebih lanjut, ia berpendapat PDI-P kini masih fokus untuk membantu pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Terutama dalam merealisasikan janji-janji pembangunan.
Selain itu, PDI-P juga memilih fokus mendukung pemerintah dalam mengatasi pandemi global Covid-19.
Daripada sibuk membicarakan siapa sosok calon yang diusung dalam Pilkada DKI.
Elektabilitas Risma Meningkat Tajam
Sementara itu, Ade menyatakan, elektabilitas Risma di pilkada DKI memang meningkat signifikan dalam setahun terakhir.
Dalam survei semi terbuka, yakni responden diberi 16 nama calon gubernur, Risma mendapat elektabilitas sebesar 23,5 persen.
Angka itu meningkat signifikan ketimbang survei pada Juli 2020 saat elektabilitas Risma sebagai cagub DKI hanya 4,2 persen.
"Ini saya pikir ada efek dari kehadiran beliau setelah ditunjuk jadi Menteri Sosial."
"Ada kegiatan beliau blusukan yang langsung dirasakan masyarakat Jakarta," kata Ade.
Sementara itu, elektabilitas Anies justru cenderung stagnan dalam setahun terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/aksi-blusukan-tri-rismaharini-dan-anies-baswedan.jpg)