Usul Penanganan Banjir PHB Sulaiman Tak Digubris, Warga Cipinang Melayu Pasrah
Warga Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur korban mengeluhkan penanganan banjir luapan PHB Sulaiman.
Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Warga RW 02 dan RW 03 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur korban mengeluhkan penanganan banjir luapan PHB Sulaiman.
Mereka mengeluh karena dalam beberapa tahun terakhir intensitas dan tinggi banjir luapan PHB Sulaiman yang merendam permukiman mereka makin parah.
Pada Selasa (16/2) ketinggian banjir luapan PHB Sulaiman yang mengalirkan air dari Kali Cipinang dari Kelurahan Halim Perdanakusuma mencapai 1,5 meter.
Yasir, satu warga RW 02 mengatakan faktor utama banjir makin parah karena perbaikan saluran dari PHB Sulaiman ke Kanal Banjir Timur (KBT) tersumbat.
"Jadi ada dua gorong-gorong besar di ujung PHB Sulaiman, itu mengarah ke aliran Kalimalang, lalu ke KBT. Nah dua gorong-gorong ini tersumbat lumpur," kata Yasir di Jakarta Timur, Selasa (16/2/2021).
Dampaknya aliran PHB Sulaiman yang harusnya mengalir ke KBT Kecamatan Duren Sawit tersumbat sehingga meluap ke permukiman warga RW 02 dan RW 03.
Menurutnya sejak awal tahun 2000 silam kedua gorong-gorong sudah tersumbat timbunan lumpur yang menghalangi laju air PHB Sulaiman ke KBT.
"Dari lama kita sudah mengusulkan melalui RT/RW ke pemerintah lewat Musrenbang tahunan agar gorong-gorong dibenahi. Tapi sampai sekarang tidak pernah terealisasi," ujarnya.
Yasir membenarkan bila kontur permukiman warga RW 02 dan RW 03 memang rendah sehingga sejak lama rawan terdampak banjir PHB Sulaiman.
Hanya saja sebelum gorong-gorong tersumbat tinggi banjir luapan PHB Sulaiman berkisar di bawah satu meter, intensitasnya pun tak sering.
"Kalau diusulkan lewat pemerintah alasannya selalu bilang enggak ada alat berat untuk ngeruk lumpur dari gorong-gorong. Tapi apa iya di zaman canggih ini enggak ada alat berat," tuturnya.
Subagio, satu warga RW 03 membenarkan bila usulan warga agar pembersihan lumpur di gorong-gorong menuju KBT sudah kerap diajukan lewat Musrenbang.
Tapi hingga kini tak pernah terealisasi karena alasan ketiadaan berat untuk mengeruk timbunan lumpur di kedua gorong-gorong hulu PHB Sulaiman.
"Makannya sekarang warga pesimis masak banjir ini bisa selesai, sudah pesimis. Capek terus minta ke pemerintah gorong-gorong dibenahi tapi enggak pernah terlaksana," kata Subagio.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/tampak-permukiman-warga-kelurahan-cipinang-melayu-korban-banjir.jpg)