Breaking News:

Warga Korban Banjir PHB Sulaiman Berharap Bantuan Perabot Bersih-bersih Rumah dari Pemprov

Warga RW 03, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur korban banjir PHB Sulaiman berharap bantuan dari pemerintah

TribunJakarta.com/Bima Putra
Permukiman warga Kelurahan 03 Kelurahan Cipinang Melayu korban banjir luapan PHB Sulaiman, Makasar, Jakarta Timur, Kamis (18/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Warga RW 03, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur korban banjir PHB Sulaiman berharap bantuan dari pemerintah.

Tidak hanya masalah bantuan logistik makanan siap saji saat tidak bisa memasak karena rumah mereka terendam banjir luapan PHB Sulaiman.

Bani (62), satu warga RW 03 berharap Pemprov DKI memberikan bantuan perabotan rumah guna membersihkan lumpur dan sampah imbas banjir.

"Perabot seperti serokan air, kain pel untuk bersih-bersih rumah sebenarnya perlu banget. Apalagi beberapa waktu terakhir kita sering banget kebanjiran," kata Beni di Jakarta Timur, Kamis (18/2/2021).

Sejak pekan lalu  hingga kini terhitung lebih dari lima kali permukiman warga RW 03 terdampak banjir luapan PHB Sulaiman dengan ketinggian bervariasi.

Paling parah pada Selasa (16/2) lalu saat ketinggian banjir luapan PHB Sulaiman yang merendam permukiman warga RW 03 mencapai 1,5 meter.

"Baru dibersihin kebanjiran lagi, makannya capek juga. Kalau ada bantuan perabot buat bersih-bersih ya membantu juga, selain bantuan sedot air biar air cepat surut," ujarnya.

Bani membenarkan bila personel PPSU dan petugas lainnya ikut membantu proses bersih-bersih lumpur dan sampah imbas banjir luapan PHB Sulaiman.

Baca juga: Diduga Jadi Pelakor, Nissa Sabyan Dikabarkan Sempat Minta Maaf saat Hubungan dengan Ayus Terbongkar

Baca juga: Tanggapan Pemprov DKI Soal Polisi Izinkan PSSI Gelar Turnamen Pramusim Piala Menpora 2021

Hanya saja petugas lebih fokus membersihkan sampah di aliran PHB Sulaiman guna mempercepat surutnya air dan jalan di permukiman warga.

"Kalau usul untuk penanganan banjir kit maunya gorong-gorong di ujung PHB Sulaiman yang tersumbat lumpur dibersihkan. Dari dulu kita usul tapi sampai sekarang enggak dibersihkan," tuturnya.

Gorong-gorong dimaksud Bani berfungsi mengalirkan debit PHB Sulaiman ke aliran Kalimalang berlanjut ke aliran Kanal Banjir Timur (KBT).

Menurutnya sejak awal tahun 2020 lalu gorong-gorong sudah tersumbat lumpur sehingga banjir PHB Sulaiman makin parah dari tahun ke tahun.

"Sudah diusulkan lewat RT/RW secara resmi tapi sampai sekarang gorong-gorong masih tersumbat. Padahal kalau dibersihkan banjir enggak separah sekarang," lanjut Bani.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved