Breaking News:

Indikator Penanganan Banjir Jakarta menurut Gubernur DKI Anies Baswedan: Yang Penting Tak Ada Korban

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebut dua indikator kesuksesan penangangan Banjir Jakarta.

Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau Pintu Air Manggarai, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/2/2021).   

TRIBUNJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebut dua indikator kesuksesan penangangan Banjir Jakarta.

Hal tersebut diungkapkan Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yasman Faizal mengatakan, ada dua indikator kesuksesan penanganan Banjir Jakarta yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Sesuai dengan arahan Gubernur ( Anies Baswedan), kunci sukses penanganan genangan itu ada dua, satu usahakan tidak ada korban," kata Yusmada dalam sebuah video, Jumat (19/2/2021).

Indikator kedua, lanjut Yusmada, genangan atau banjir di suatu wilayah harus sudah teratasi  dalam waktu enam jam setelah hujan berhenti atau sungai surut.

TONTON JUGA:

Yusmada mengatakan, dua indikator tersebut umumnya sudah dilakukan di beberapa pemukiman warga yang tergenang air.

Namun untuk kasus banjir di Cipinang Melayu yang tidak surut, Yusmada mengatakan bahwa hal itu disebabkan permukaan air Kali Sunter yang masih tinggi.

Baca juga: 25 Universitas Terbaik di Indonesia Menurut 4ICU Sydney, Diposisi Berapakah UI dan UGM?

Baca juga: Daftar Harga Terbaru Mobil Suzuki saat Penerapan PPnBM 0 Persen, Ertiga dan XL7 Turun Rp10Juta Lebih

Baca juga: Togar Situmorang Apresiasi Gerak Cepat Peradi Tangani Advokat David Sihombing yang Ditahan

Baca juga: Segera Buat Akun di Laman Ini untuk Daftar Program Pengganti BLT Subsidi Gaji, Cair Rp 3,5 Juta

Dengan demikian, indikator penanganan genangan banjir yang harus selesai dalam waktu 6 jam tidak bisa terpenuhi.

"Itu karena besarnya intensitas aliran Kali Sunter dan termasuk juga hujan yang di Halim," kata Yusmada.

Yusmada menambahkan, Pemprov DKI Jakarta menurunkan para petugas untuk menangani banjir di Cipinang Melayu.

"Semua armada, semua alat-alat kami kerahkan untuk menangani genangan di Cipinang Melayu," kata dia.

Dia juga meminta agar warga tetap waspada terhadap bencana banjir. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prediksi soal potensi hujan ekstrem dalam dua hari ke depan.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved