Pemprov DKI Klaim Paling Baik Tangani Banjir, Wagub: Daerah Lain Bisa Seminggu Baru Surut

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, banjir yang menggenangi pemukiman warga bisa surut hanya dalam waktu sehari.

Tayang:
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kondisi Terowongan Cawang yang tidak bisa dilalui pengguna jalan karena banjir, Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2021). Pemprov DKI Klaim Paling Baik Tangani Banjir, Wagub: Daerah Lain Bisa Seminggu Baru Surut 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta mengklaim penanganan banjir di ibu kota jauh lebih baik dibandingkan daerah lain.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, banjir yang menggenangi pemukiman warga bisa surut hanya dalam waktu sehari.

Sedangkan, banjir yang menerjang wilayah lain di Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa surutnya lebih lama.

"Alhamdulillah (banjir) tidak berhari-hari, kita melihat di beberapa daerah di Jawa dan luar Jawa juga masih ada banjir yang sampai berminggu-minggu," ucapnya, Selasa (23/2/2021).

Menurut Ariza, banjir di Jakarta sebenarnya sulit dihindari, sebab, DKI berada di wilayah dataran rendah.

Namun, politisi Gerindra ini mengaku bangga dengan kinerja anak buahnya dalam penanganan banjir.

Pasalnya, banjir tahun ini bisa surut dalam waktu singkat, bahwa genangan di beberapa lokasi tak sampai enam jam sudah surut.

"Kami bersyukur di Jakarta, sekalipun dataran rendah dan sumber banjir ada di hujan lokal, hulu, bandang, dan rob, kami dapat mengendalikan banjir secara baik berkat dukungan segala pihak," ujarnya di Balai Kota.

Baca juga: Atletico vs Chelsea - Mampukah Luis Suarez Patahkan Rekor Buruk saat Bermain Jauh dari Kandang

Baca juga: Pedagang Pasar Tanah Abang Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19, Antreannya Sampai Mengular

Ariza mengklaim, keberhasilan ini tidak terlepas dari program-program pengendalian banjir yang telah disiapkan sejak jauh-jauh hari.

"Program yang sudah dilaksanakan dan terus dilakukan seperti normalisasi, naturalisasi, sumur resapan, dan peningkatan pompa air yang jumlahnya sudah mencapai 729," kata Ariza.

"Kami juga meningkatkan RTH (Ruang Terbuka Hijau), termasuk di DKI kita satu tahun terakhir ini meningkatkan daya tampung air dengan grebek lumpur," tambah menjelaskan.

Adapun banjir besar kembali menerjang Jakarta pada Sabtu (20/2/2021) lalu imbas hujan ekstrem yang mengguyur sejak Jumat malam.

Ariza menyebut, intensitas hujan yang menerjang saat itu mencapai 226 milimeter (mm).

Padahal, daya tampung drainase di DKI Jakarta hanya sampai 100 milimeter.

Selain karena hujan ekstrem, banjir Jakarta juga dipicu air kiriman dari Bogor, Jawa Barat.

"Memang terjadi luapan dan banjir di beberapa titik, namun demikian alhamdulillah berkat dukungan jajaran semua pihak, TNI-Polri, ormas kemanusiaan, ormas sosial, dan masyarakat, kita dapat mengendalikan banjir dan tidak sampai 6 jam turun, tidak sampai satu hari turun,"  kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved