Ketua Komisi D DPRD DKI Kaget Kepala Dinas SDA Dicopot Padahal Disebut Berhasil Atasi Banjir

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengaku kaget dengan pergantian Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA).

Tayang:
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019). Ketua Komisi D DPRD DKI Kaget Kepala Dinas SDA Dicopot Padahal Disebut Berhasil Atasi Banjir 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengaku kaget dengan pergantian Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA).

Ia pun mengaku tak mengetahui alasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengganti Juaini Yusuf dengan Yusmada Faizal.

"Saya tidak bisa mengira-ngira karena saya tidak tahu alasannya. Tapi ini cukup mengagetkan," ucapnya, Rabu (24/2/2021).

Adapun Komisi D DPRD DKI yang membidangan soal pembangunan di ibu kota merupakan mitra kerja dari Dinas SDA.

Bahkan, belum lama ini Komisi D menggelar rapat bersama Dinas SDA membahas soal penanganan banjir di DKI Jakarta.

Walau demikian, politisi PDIP ini mengaku tak pernah diajak berdiskusi oleh Anies Baswedan soal pergantian Kepala Dinas SDA.

"Walau saya di Komisi D, tapi saya tidak diajak diskusi soal iti. Jadi kami tidak tahu (alasan pergantian), saya tidak mau mengira-ngira," ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, pergantian Kepala Dinas SDA ini sepenuhnya merupakan kewenangan dari Anies Baswedan selaku kepala daerah.

Untuk itu, DPRD DKI Jakarta tak bisa melakukan intervensi terhadap keputusan yang diambil Anies Baswedan.

"Itu semua wewenang gubernur, mau diapakan lagi. Kami tidak bisa intervensi," tuturnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengklaim berhasil mengatasi banjir yang menerjang ibu kota di awal tahun 2021 ini.

Bahkan, banjir yang terjadi tahun ini diklaim bisa surut hanya dalam kurun waktu enam jam.

Lokasi terdampak banjir pun diklaim berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, jumlah pengungsi dan korban jiwa pun disebut berkurang signifikan dibandingkan banjir pada beberapa tahun terakhir.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved